Stunting Berdampak pada Perkembangan Kecerdasan Anak

  • 12 Feb 2026 20:57 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia karena dampaknya yang tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kecerdasan. Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama ini dapat menghambat perkembangan otak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Para ahli menyebut, dampak stunting terhadap kemampuan kognitif anak bisa bersifat permanen jika tidak segera ditangani.

Kekurangan asupan gizi penting seperti protein, zat besi, dan yodium dapat memengaruhi pembentukan sel-sel otak. Ketika nutrisi tidak terpenuhi secara optimal pada masa emas pertumbuhan, perkembangan jaringan otak tidak maksimal. Akibatnya, kemampuan belajar dan daya ingat anak bisa menurun

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa anak yang mengalami stunting cenderung memiliki skor kecerdasan lebih rendah dibandingkan anak dengan pertumbuhan normal. Selain itu, mereka juga berisiko mengalami kesulitan konsentrasi, keterlambatan berbicara, serta hambatan dalam memahami pelajaran di sekolah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi prestasi akademik hingga peluang kerja di masa depan.

Tak hanya berdampak pada individu, tingginya angka stunting juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia suatu Negara dan stunting dapat menurunkan produktivitas generasi muda dalam jangka panjang dan jika tidak diatasi secara serius, stunting bisa menjadi ancaman bagi daya saing bangsa karena berhubungan langsung dengan kualitas intelektual dan kemampuan kerja.

Pemerintah sendiri terus menggencarkan berbagai program percepatan penurunan stunting, mulai dari pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, edukasi gizi, hingga peningkatan akses sanitasi dan air bersih. Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan intervensi tepat sasaran.

Selain intervensi pemerintah, peran keluarga sangat krusial dalam mencegah stunting. Orang tua diimbau untuk memperhatikan pola makan seimbang, rutin memeriksakan kehamilan, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Edukasi mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan juga perlu terus digencarkan.

Dengan penanganan yang konsisten dan menyeluruh, angka stunting diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini bukan sekadar untuk memperbaiki tinggi badan anak, tetapi juga untuk memastikan generasi mendatang tumbuh dengan kecerdasan optimal dan mampu bersaing di tingkat global. (Sumber.Kemenkes)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....