Perbedaan Peran Kapten dan Kopilot di Pesawat Komersial

KBRN, Padang: Kehadiran awak kokpit dalam setiap penerbangan komersial merupakan syarat mutlak yang telah diatur otoritas keselamatan udara dunia. Secara umum pesawat jet penumpang wajib dioperasikan minimal dua orang pilot profesional demi menjamin keamanan operasional penerbangan.

Pihak otoritas penerbangan sipil internasional menetapkan, satu set kru standar terdiri dari satu kapten dan kopilot. Federal Aviation Administration menegaskan bahwa kehadiran dua pilot diperlukan agar beban kerja selama fase kritis penerbangan dapat terbagi.

Kapten pesawat memiliki tanggung jawab tertinggi sebagai pengambil keputusan utama atau disebut dengan istilah Pilot In Command. Sementara itu perwira pertama atau kopilot bertugas membantu navigasi serta menangani komunikasi radio dengan petugas menara pengawas.

Seorang kapten pilot atau Pilot In Command memegang otoritas tertinggi sekaligus tanggung jawab akhir atas keselamatan seluruh pesawat. International Civil Aviation Organization menetapkan kapten harus mengambil keputusan krusial saat menghadapi situasi darurat atau cuaca buruk.

Kopilot atau First Officer berperan sebagai pendamping utama yang bertugas mendukung kapten dalam mengoperasikan sistem navigasi pesawat terbang. Walaupun memiliki kualifikasi untuk menerbangkan pesawat, kopilot tetap berada di bawah komando kapten selama menjalankan misi penerbangan berlangsung.

Dalam praktiknya kedua pilot tersebut saling bergantian menjalankan peran sebagai pilot terbang atau pilot yang bertugas melakukan komunikasi. Federal Aviation Administration menjelaskan pembagian tugas ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kelelahan dan menjaga konsentrasi selama perjalanan.

Saat kapten bertugas mengendalikan stik kemudi, kopilot akan fokus memantau instrumen mesin serta melakukan koordinasi radio komunikasi. Ketelitian kopilot dalam memeriksa daftar pengecekan sangat membantu kapten untuk memastikan setiap parameter teknis pesawat berada pada batas aman.

Hierarki di dalam kokpit bukan berarti perbedaan kemampuan, melainkan struktur organisasi demi efisiensi kerja tim yang sangat tinggi. Data dari Airbus menunjukkan koordinasi yang baik antara kedua kru mampu mengurangi tingkat kesalahan manusia hingga persentase terendah.

Pada rute penerbangan jarak jauh yang melebihi waktu delapan jam biasanya ditambahkan pilot ketiga ke dalam awak kokpit. Penambahan jumlah personel ini bertujuan agar setiap pilot memiliki waktu istirahat yang cukup selama berada di atas awan.

Penerbangan lintas benua dengan durasi lebih dari dua belas jam bahkan membutuhkan empat orang pilot untuk beroperasi secara aman. International Civil Aviation Organization mengatur pembagian waktu kerja ini guna mencegah kelelahan fisik yang dapat membahayakan keselamatan penumpang.

Kategori awak pesawat tambahan ini sering disebut sebagai kru bantuan yang akan bergantian tugas dengan kru utama selama perjalanan. Data operasional menunjukkan bahwa manajemen kelelahan yang baik secara signifikan mampu menurunkan risiko kesalahan manusia dalam setiap penerbangan.

Kerja sama tim yang solid di dalam ruang kemudi menjadi kunci utama keberhasilan setiap misi pengantaran ribuan nyawa. Pengetahuan mengenai jumlah awak ini memberikan rasa tenang bagi setiap penumpang yang menaruh kepercayaan penuh pada keahlian mereka.

Rekomendasi Berita