PNP Dorong Mahasiswa Manfaatkan Kecerdasan Buatan Secara Bijak

KBRN, Padang: Politeknik Negeri Padang (PNP) meminta mahasiswa untuk dapat memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, produktif dan beretika di lingkungan akademik. Apalagi, kecerdasan buatan tidak hanya sebatas penggunaan alat atau aplikasi, tetapi juga harus disertaipenghormatan terhadap hak cipta.


Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP), Revalin Herdianto, Kamis (15/1/2025) mengatakan PNP telah mewajibkan mata kuliah transisi digital bagi seluruh mahasiswa lintas program studi. Terkhusunya, membekali dosen dan mahasiswa agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, produktif, dan beretika di lingkungan akademik.

"Pengenalan kecerdasan buatan tidak hanya sebatas penggunaan alat atau aplikasi, tetapi juga harus disertai pemahaman etika, termasuk penghormatan terhadap hak cipta. Apalagi PNP juga tengah menyiapkan penguatan regulasi akademik dan metode pembelajaran kecerdasan buatan yang benar-benar terintegrasi dalam kehidupan akademik," kata Revalin.

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP), Yuhefizar, menegaskan pentingnya transformasi peran masyarakat digital agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang kecerdasan buatan. Menurutnya, melalui pendekatan berjenjang mulai dari penguatan fondasi hingga penentuan model AI, PNP membekali mahasiswa dengan kemampuan komprehensif agar mampu menciptakan teknologi, bukan sekadar memakainya.

"Pada jurusan teknologi informasi terdapat tujuh program studi yang diarahkan untuk mendukung pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan, mulai dari teknologi rekayasa, sistem informasi, manajemen informatika, animasi, hingga kolaborasi dengan seni dan musik digital. Mahasiswa didorong memanfaatkan teknologi agar kecerdasan buatan hadir langsung di kehidupan masyarakat, bukan hanya terbatas pada fasilitas laboratorium," ujarnya.



Rekomendasi Berita