Ibu-Ibu Tampelas Perkuat Ekonomi Lewat Optimalisasi Produk Lokal

KBRN, Palangka Raya: Perempuan Desa Tampelas, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, mulai didorong mengambil peran lebih besar dalam penguatan ekonomi lokal. Dorongan ini datang dari mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu desa menjadi peserta utama pelatihan peningkatan nilai produk, khususnya terkait cara pengemasan yang baik dan benar agar hasil olahan rumah tangga memiliki daya jual lebih tinggi. Pelatihan berlangsung di balai pertemuan desa dengan suasana sederhana namun penuh antusiasme.

Mahasiswa yang tergabung dalam program Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR memberikan materi tentang pentingnya kemasan dalam menentukan nilai ekonomi sebuah produk. Menurut mereka, kemasan menjadi faktor pertama yang dilihat konsumen sebelum membeli produk.

“Selama ini produk ibu-ibu sebenarnya bagus, tapi nilainya belum maksimal karena kemasannya masih sangat sederhana,” ujar Yudha, salah satu mahasiswa UPR yang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan di Desa Tampelas, belum lama ini.

Selama ini, berbagai produk lokal seperti olahan ikan dan hasil rumah tangga lainnya hanya dipasarkan di lingkungan desa. Keterbatasan pengetahuan tentang pengemasan membuat produk sulit menembus pasar yang lebih luas.

Ketua TP-PKK Desa Tampelas, Hendrawati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini membuka wawasan baru bagi perempuan desa untuk melihat potensi ekonomi dari aktivitas rumah tangga yang selama ini dianggap biasa.

“Biasanya kami hanya membuat untuk kebutuhan sendiri. Setelah dijelaskan soal kemasan, kami jadi tahu kalau produk ini bisa dijual dengan harga lebih baik,” kata Hendrawati.

Kehadiran ibu-ibu dalam kegiatan ini menunjukkan besarnya potensi perempuan desa sebagai penggerak ekonomi keluarga. Selain mengurus rumah tangga, mereka mulai terdorong untuk mengembangkan usaha kecil berbasis produk lokal.

Mahasiswa UPR berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pengetahuan kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Pendekatan partisipatif membuat perempuan desa lebih aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka selama pelatihan berlangsung.

Melalui penguatan peran perempuan, Desa Tampelas perlahan membangun fondasi ekonomi lokal berbasis rumah tangga. Dari ruang pertemuan sederhana di desa terpencil, para ibu kini mulai melangkah menjadi pelaku utama perubahan ekonomi di lingkungannya.

Rekomendasi Berita