Terlilit Pinjol, Pria di Buntok Mengaku Dirampok
- by Andre Faisal Rahman
- Editor Gordon L Tobing
- 20 Jan 2026
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Barito Selatan - Kasus menghebohkan warga Buntok yang sempat viral terkait dugaan aksi perampokan di sebuah rumah makan akhirnya terkuak. Polres Barito Selatan memastikan, peristiwa yang dilaporkan oleh pria berinisial MRP adalah laporan palsu.
Kapolres Barito Selatan, AKBP Jekcson R Hutapea mengungkapkan, setelah melakukan rangkaian penyelidikan mendalam dan olah tempat kejadian perkara (TKP), tim penyidik tidak menemukan bukti yang mengarah pada aksi perampokan sebagaimana laporan awal pelapor.
"Dari hasil penyelidikan, fakta di lapangan tidak sesuai dengan keterangan korban. Tidak ditemukan jejak pelaku maupun tanda-tanda pencurian dengan kekerasan," kata AKBP Jekcson saat konferensi, Selasa 20 Januari 2026.
Sebelumnya, MRP mengaku bahwa dirinya menjadi korban perampokan oleh seseorang yang menggunakan senja tajam yang masuk melalui jendela kamar dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp8 juta.
Namun, sejumlah kejanggalan dalam kronologi yang disampaikan membuat tim penyidik curiga. Hasilnya mengejutkan. Pemuda yang mengaku sebagai korban perampokan itu akhirnya membongkar kebohongannya sendiri.
"MRP mengakui bahwa perampokan tersebut tidak pernah terjadi dan murni hasil rekayasanya," ucap AKBP Jekcson.
Tidak hanya itu, luka robek di tangan kanan yang semula diklaim akibat perlawanan terhadap pelaku perampokan, ternyata sengaja dibuat sendiri menggunakan pisau dapur.
"Hal itu dilakukan agar skenario perampokan terlihat lebih meyakinkan. Padahal motif di balik laporan palsu itu, MRP terdesak karena terlilit utang pinjaman online yang terus membengkak, jadi yang bersangkutan bisa mendapatkan alasan untuk tidak membayar utang pinjol yang membelit dirinya," kata AKBP Jekcson.
Akibat perbuatan MRP membuat laporan palsu dan telah meresahkan masyarakat Barito Selatan, MRP kini diberikan sanksi berupa pernyataan tertulis dan pembinaan dari pihak kepolisian.
Kapolres juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi resmi dari pihak berwenang," ujar Kapolres Barsel.