RSSI Pangkalan Bun Gelar IHT Layanan Gawat Darurat

KBRN, Pangkalan Bun:

Dalam rangka meningkatkan standar pelayanan kegawatdaruratan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun menyelenggarakan In-House Training (IHT) interpretasi Elektrokardiogram (EKG) bagi tenaga medis, Rabu (7/1/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Unit Pengelolaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Pelatihan ini diikuti oleh perawat dan bidan dari berbagai unit pelayanan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), hingga bangsal rawat inap. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi secara dini gangguan irama jantung pada pasien.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin, M.Kes, menegaskan bahwa kemampuan membaca hasil EKG secara akurat merupakan kompetensi krusial yang harus dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di layanan kegawatdaruratan.

“Deteksi dini kelainan jantung melalui EKG sangat menentukan keselamatan pasien, terutama pada masa emas penanganan (golden period). Melalui pelatihan ini, kami memastikan seluruh staf memiliki ketajaman yang sama dalam mengenali irama jantung yang berpotensi membahayakan,” ujar Fachruddin.

Materi pelatihan meliputi teknik pemasangan EKG 12-lead secara presisi, identifikasi berbagai jenis aritmia, serta penanganan kasus serangan jantung akut seperti

ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) sesuai dengan panduan klinis terbaru tahun 2026. Selain penyampaian materi teori, peserta juga mengikuti sesi simulasi praktik atau skill stationuntuk mengasah keterampilan teknis secara langsung.

Melalui pelaksanaan IHT ini, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, sejalan dengan program transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah.

Rekomendasi Berita