Judi Online Jadi Ancaman Serius Bagi Kesehatan Mental Masyarakat

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Judi online merupakan aktivitas perjudian yang dilakukan melalui aplikasi atau situs web dengan mempertaruhkan sejumlah uang, dengan harapan memperoleh keuntungan. Jenis perjudian ini mencakup berbagai permainan seperti kartu, poker, kasino, taruhan olahraga, bingo, hingga lotere yang dijalankan secara daring.

Meski terlihat menggiurkan, judi online memiliki dampak serius yang kerap tidak disadari oleh para pelakunya. Selain menguras harta benda, aktivitas ini juga berdampak buruk pada kondisi fisik, mental, serta kehidupan sosial dan keluarga.

Mewakili Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Ipda Shamsudin, yang akrab disapa Cak Sam, dalam dialog Kalteng Menyapa bersama RRI, Selasa, 20 Januari 2025, menegaskan bahwa bahaya judi online tidak hanya menyasar individu, tetapi juga merusak tatanan keluarga hingga lingkungan sosial.

“Dampak judi online sangat besar. Bukan hanya secara personal, tetapi juga terhadap keluarga dan lingkungan. Selain menguras harta, judi online dapat merusak kesehatan fisik dan mental, bahkan keharmonisan rumah tangga,” ujarnya.

Ipda Shamsudin menambahkan, untuk mengantisipasi maraknya judi online, pihak kepolisian telah aktif melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi. Upaya ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa tentang bahaya ekonomi dan sosial dari judi online.

“Jika dilakukan terus-menerus, judi online akan berdampak serius. Karena itu, penguatan iman dan ketakwaan menjadi pondasi utama agar generasi muda tidak terjerumus,” katanya.

Sementara itu, Psikolog Rensi menyampaikan bahwa pecandu judi online cenderung menunjukkan perilaku adiktif dan manipulatif, bahkan menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi hasrat berjudi. “Pengguna judi online bisa terdorong melakukan tindakan kriminal seperti pencurian hingga terjerat pinjaman online demi memenuhi kebutuhannya,” ucapnya.

Rensi menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah anak terjerumus ke dalam judi online. Keluarga dinilai harus menjadi role model sekaligus memberikan edukasi dan pengawasan sejak dini.

“Lingkungan juga sangat berpengaruh. Karena itu, anak-anak perlu mendapat perhatian dan pengawasan penuh dari orang tua agar terhindar dari pengaruh negatif, termasuk judi online,” ujarnya.

Rekomendasi Berita