Sering Telat Makan, ini Risiko Kesehatannya
- 27 Jan 2026 20:44 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kebiasaan telat makan masih sering dianggap sepele, terutama oleh mereka yang memiliki aktivitas padat. Padahal, melewatkan waktu makan secara berulang dapat berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan.
Tubuh membutuhkan asupan energi yang teratur agar organ-organ dapat bekerja optimal sepanjang hari.
Salah satu dampak yang paling sering dirasakan akibat telat makan adalah gangguan pada sistem pencernaan. Lambung yang kosong terlalu lama tetap memproduksi asam, sehingga berisiko memicu sakit maag, nyeri ulu hati, hingga peradangan lambung. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan pencernaan kronis.
Selain pencernaan, telat makan juga berpengaruh pada kadar gula darah. Ketika tubuh kekurangan asupan energi, kadar gula darah dapat menurun drastis dan memicu gejala seperti lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga mudah marah. Dalam jangka panjang, pola makan yang tidak teratur dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Risiko lainnya adalah meningkatnya kemungkinan makan berlebihan pada waktu berikutnya. Rasa lapar yang menumpuk sering kali membuat seseorang mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau memilih makanan tinggi gula dan lemak. Kebiasaan ini dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Para ahli menyarankan untuk menjaga jadwal makan yang teratur sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Mengatur waktu makan, menyiapkan camilan sehat, serta mendengarkan sinyal lapar dari tubuh dapat membantu menjaga keseimbangan energi dan mencegah berbagai risiko kesehatan akibat telat makan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....