Tren Desain Kaos Kreatif dengan Identitas Lokal

KBRN, Palembang: Industri fesyen kasual kembali menunjukkan geliatnya melalui tren desain kaos terbaru yang semakin mengedepankan karakter personal, eksplorasi grafis, dan identitas budaya. Hal ini diungkapkan oleh Fajar, pemilik Jama Jama Project, serta Danang, desainer grafis asal Kota Kudus yang selama ini menangani ilustrasi kaos.



Menurut Fajar, dalam dua tahun terakhir permintaan desain kaos mengalami perubahan signifikan. Konsumen kini tidak hanya mencari tampilan menarik, tetapi juga pesan kuat yang sesuai dengan jati diri mereka.

“Anak muda sekarang suka kaos yang punya cerita. Bukan cuma motif, tapi makna di balik gambarnya itu penting. Tren paling terasa adalah desain simpel tapi punya identitas,” ujar Fajar ketika dibincangi, Selasa (30/12/2025)

Ia menjelaskan, gaya minimalist bold, ilustrasi garis tegas, hingga permainan tipografi sederhana tetapi emosional menjadi tren utama di 2025 dan 2026. Selain itu, desain bertema budaya lokal semakin diminati. “Motif Sriwijaya, ikon kota, atau ornamen tradisional sekarang banyak dicari karena dianggap merepresentasikan kebanggaan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Danang sebagai desainer menilai tren kaos hari ini semakin menantang karena pembeli ingin desain yang fresh dan tidak pasaran.

“Sekarang orang suka yang unik. Mereka suka karakter gambar yang punya gaya ilustrasi sendiri. Misalnya, gaya doodle lokal, komik, atau gambar estetik yang bisa dipakai harian,” jelas Danang.

Ia menyebutkan bahwa teknik pewarnaan duotone, siluet, hingga gaya retro tahun 90-an kembali banyak dipesan. Selain itu, Danang juga melihat meningkatnya permintaan untuk custom design.

“Banyak yang datang minta desain sesuai kepribadian mereka. Bisa nama mereka, hobi, sampai ilustrasi wajah dengan style tertentu. Jadi desain kaos bukan sekadar fashion, tapi ekspresi diri,” katanya.

Fajar juga menambahkan bahwa Jama Jama Project kini memperbanyak lini desain bertema lingkungan dan kampanye sosial. Menurutnya, kaos dengan pesan positif lebih mudah menjangkau generasi muda.

“Kaos bisa jadi media kampanye. Ada yang pesan untuk gerakan sosial, musik, sampai komunitas UMKM,” ujarnya.

Menutup penjelasan, Danang mengatakan bahwa fleksibilitas adalah kunci tren desain kaos saat ini. “Yang penting desainnya relevan, enak dilihat, dan punya nilai cerita. Itu yang paling dicari,” tutupnya.

Dengan tren yang terus berkembang, para pelaku industri kreatif Palembang yakin bahwa sektor desain kaos masih akan menjadi ruang ekspresi yang kuat dan menjanjikan bagi para kreator lokal.

Rekomendasi Berita