Strategi Branding Jadi Kunci UMKM Semakin Dikenal

RRI.CO.ID, Palembang - Pengelolaan konten media sosial masih menjadi kendala utama pelaku UMKM dalam memperkenalkan usahanya kepada konsumen. Konten yang dibuat kerap tidak selaras dengan tahapan branding, sehingga pesan merek tidak tersampaikan secara optimal.

Pemilik Epicscheme Digital Branding, Ari Derta, mengatakan, promosi usaha seharusnya dijalankan melalui tahapan branding yang jelas dan terukur. Tahapan tersebut meliputi awareness, engagement, hingga conversion.

“UMKM yang memulai usaha harus membangun awareness terlebih dahulu. Nama brand atau mereknya harus dikenal dan dipahami oleh konsumen,” ujar Ari dalam perbincangan dengan RRI, Minggu, 11 Januari 2026.

Ia menjelaskan, awareness berfungsi menanamkan kesadaran konsumen terhadap merek. Setelah itu, barulah pelaku usaha membangun engagement atau interaksi, sebelum akhirnya mendorong conversion berupa pembelian produk atau jasa.

Menurut Ari, kesalahan umum UMKM adalah terlalu cepat mengejar penjualan tanpa fondasi branding yang kuat. Padahal, proses branding membutuhkan evaluasi berkelanjutan melalui analisis pengikut dan trafik media sosial.

“Hasil analisis ini harus disesuaikan dengan kondisi dan tujuan usaha. Branding itu proses, bukan instan,” katanya.

Ari juga menekankan bahwa kekuatan branding tidak hanya datang dari iklan berbayar, tetapi juga dari rekomendasi pelanggan. Promosi dari mulut ke mulut dinilai efektif dan berbiaya rendah.

“Testimoni konsumen bisa dijadikan konten utama. Pengalaman pelanggan mendorong konsumen baru untuk datang,” tambahnya.

Namun sebelum itu, identitas merek harus dibenahi. Identitas brand mencakup nama, logo, nilai (value), serta posisi usaha di pasar (positioning). Elemen tersebut menjadi dasar dalam membangun persepsi konsumen.

Tahap engagement sendiri, lanjut Ari, berkaitan dengan kedekatan emosional antara brand dan pelanggan. Respons cepat, komunikasi yang hangat, serta konsistensi pesan menjadi faktor penentu.

Selain itu, kemasan produk juga berperan penting sebagai media komunikasi brand. “Desain kemasan harus menarik dan sesuai karakter produk. Kemasan adalah elemen fundamental dalam branding,” ujarnya.

Ia menambahkan, nama produk yang kuat dan bermakna membantu membedakan produk di tengah persaingan pasar. “Branding bukan sekadar menjual produk. Branding menjual value, makna, dan persepsi di benak konsumen,” imbuhnya.

Penentuan identitas merek idealnya dilakukan sejak awal usaha berdiri. Tujuan, visi, misi, dan nilai dirumuskan sebagai fondasi agar arah brand jelas dan konsisten. Logo dan nama justru ditempatkan pada tahap akhir sebagai penguat identitas.

Dengan branding yang terkelola baik dan konsisten, UMKM dinilai memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh berkelanjutan dan memenangkan kepercayaan konsumen.

Rekomendasi Berita