UMKM Gagal Berkembang Karena Konten Ikut Tren

  • by
  • Editor Joko Nurcahyo
  • 16 Jan 2026
  • Palu

RRI.CO.ID -

Founder Radjata Studio, Adhiet, mengungkapkan sejumlah kesalahan umum yang masih sering dilakukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memproduksi konten video promosi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Program Sore Ceria di RRI Pro 2 FM Palu, Rabu (14/1/2026).

Menurut Adhiet, kesalahan paling mendasar yang kerap terjadi adalah orientasi pelaku UMKM yang terlalu fokus mengejar viral di media sosial, tanpa memperhatikan pesan utama yang seharusnya disampaikan melalui konten video.

“Sekarang ini orang berlomba-lomba ingin viral. Akhirnya, pesan yang seharusnya disampaikan justru tidak sampai ke audiens,” ujar Adhiet.

Ia menjelaskan, banyak pelaku UMKM membuat konten hanya dengan mengikuti tren yang sedang populer di media sosial, meskipun tren tersebut tidak relevan dengan produk maupun identitas usaha yang mereka miliki. Akibatnya, konten menjadi tidak memiliki arah dan gagal membangun citra

brand yang kuat.

Selain soal relevansi konten, Adhiet juga menyoroti lemahnya pengelolaan media sosial UMKM. Salah satu kesalahan yang sering ditemui adalah mencampur berbagai jenis usaha dalam satu akun media sosial.

“Misalnya ada dua usaha yang berbeda, seperti kuliner dan fashion, tapi dipromosikan dalam satu akun Instagram. Ini membuat calon pelanggan bingung, sebenarnya

brand ini menjual apa,” jelasnya.

Tak hanya itu, penggunaan akun pribadi sebagai media promosi juga dinilai kurang efektif. Adhiet mengatakan, mencampur konten personal dengan konten bisnis dapat mengaburkan identitas brand dan menurunkan kepercayaan audiens.

“Di satu akun ada aktivitas pribadi, lalu di situ juga promosi

brand. Ini membuat brand tidak punya positioning yang jelas di mata konsumen,” tambahnya.

Adhiet menekankan, konten video untuk UMKM seharusnya dikelola secara lebih serius dan terencana. Menurutnya, tujuan utama pembuatan konten bukanlah sekadar viral, melainkan bagaimana pesan brand dapat tersampaikan dengan baik kepada target pasar.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam membangun identitas visual dan pesan komunikasi, agar brand UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

“Kalau kontennya konsisten, relevan, dan dikelola dengan baik, pelan-pelan brand itu bisa naik dan dikenal,” tutup Adhiet.

Rekomendasi Berita