Petani Cengkeh Ditemukan Tewas di Pegunungan Ulatan

  • by
  • Editor I Ketut Wiranata
  • 13 Jan 2026
  • Palu

KBRN, Palu: Warga Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di kawasan pegunungan, Minggu malam 11 Januari 2026. Korban diketahui bernama Suharjono (38), seorang petani asal Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini.

Informasi penemuan jenazah tersebut pertama kali diterima aparat kepolisian sekitar pukul 20.30 WITA, setelah adanya laporan dari masyarakat terkait keberadaan mayat di kebun cengkeh milik korban.

Berdasarkan keterangan awal, Suharjono diketahui berangkat ke kebunnya pada Sabtu pagi 10 Januari 2026 untuk mengambil daun cengkeh di kawasan pegunungan Desa Ulatan. Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kembali ke rumah sehingga menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga.

Pada Minggu sore sekitar pukul 18.30 WITA, seorang warga melaporkan kepada keluarga bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kebunnya. Keluarga bersama warga setempat kemudian menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah dari pegunungan ke perkampungan.

Setibanya di perkampungan, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan luar, tenaga medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.

“Anggota Polsek Tomini bersama Kanit Reskrim telah mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan situasi, serta membawa korban ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar IPTU Arbit.

Ia menambahkan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan autopsi.

“Kepolisian menghormati keputusan keluarga dan tetap melakukan pendataan serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan,” tambahnya.

Usai pemeriksaan, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini, untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Hingga saat ini, kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan hal-hal mencurigakan, khususnya di wilayah perkebunan dan pegunungan yang jauh dari jangkauan layanan medis.

Rekomendasi Berita