RRI.CO.ID, Pekanbaru - Buah senduduk berasal dari tanaman semak yang banyak tumbuh liar di pinggir jalan, kebun, dan lahan terbuka. Tanaman ini dikenal dengan bunganya yang berwarna ungu cerah.
Buahnya berukuran kecil dan akan berubah warna menjadi kehitaman saat matang. Meski sering terabaikan, buah senduduk menyimpan berbagai manfaat yang jarang diketahui. Sebagaimana dikutip dari Dalimartha, S. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Salah satu manfaat buah senduduk adalah kandungan antioksidannya yang cukup tinggi. Antioksidan berperan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dalam pengobatan tradisional, buah senduduk kerap dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh.
Buah senduduk juga memiliki sifat astringen atau rasa sepat alami. Sifat ini dipercaya dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan ringan, seperti diare. Beberapa masyarakat memanfaatkan buah senduduk sebagai ramuan alami untuk membantu menormalkan fungsi saluran cerna.
Selain itu, buah senduduk dikenal memiliki kandungan senyawa alami yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Secara tradisional, buah ini digunakan sebagai bahan olesan untuk membantu mempercepat pemulihan luka ringan dan menjaga kebersihan kulit dari infeksi ringan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, buah senduduk berpotensi menjadi bagian dari tanaman herbal lokal yang patut dilestarikan. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Mengenal dan memanfaatkan buah senduduk secara tepat dapat menjadi langkah sederhana dalam menjaga kesehatan dengan bahan alami.