Jejak Masuknya Kangkung ke Indonesia
- by Harun Alrosid
- Editor Femmy Asti Yofani
- 16 Jan 2026
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kangkung merupakan sayuran hijau yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sayur ini mudah ditemukan di pasar tradisional hingga warung makan. Rasanya yang lezat dan cara pengolahannya yang sederhana membuat kangkung menjadi menu favorit banyak orang. Namun, tidak banyak yang mengetahui asal mula sayur kangkung dan perjalanan panjangnya hingga dikenal luas saat ini.
Disadur dari Winarno, F. G. Pangan Tradisional Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, secara botani, kangkung dikenal dengan nama Ipomoea aquatica. Tanaman ini diperkirakan berasal dari wilayah Asia tropis, terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan. Lingkungan berair seperti rawa, sungai, dan sawah menjadi tempat tumbuh alami kangkung sejak ribuan tahun lalu. Kondisi alam tersebut sangat mendukung pertumbuhannya yang cepat.
Seiring waktu, kangkung mulai dibudidayakan oleh masyarakat karena mudah ditanam dan dipanen. Tanaman ini dapat tumbuh baik di air maupun di tanah lembap. Kemudahan inilah yang membuat kangkung menyebar luas ke berbagai daerah, termasuk ke wilayah Nusantara, dan menjadi bagian dari pertanian rakyat.
Dalam sejarah kuliner Indonesia, kangkung telah lama digunakan sebagai bahan masakan sehari-hari. Beragam olahan lahir dari kreativitas masyarakat, seperti tumis kangkung, plecing kangkung, hingga campuran sayur berkuah. Kehadiran kangkung mencerminkan kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan tanaman lokal sebagai sumber pangan utama.
Hingga kini, kangkung tetap menjadi sayuran penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain bernilai gizi, kangkung juga memiliki nilai sejarah sebagai tanaman yang tumbuh bersama budaya masyarakat. Mengetahui asal mula kangkung membantu kita lebih menghargai peran sayuran sederhana ini dalam perjalanan pangan Nusantara.