Perjalanan Northsea di Era Musik Digital
- by Muhammad Shabirin
- Editor Boyke Sinurat
- 18 Jan 2026
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Perkembangan musik alternatif rock di era digital menjadi obrolan hangat dalam program
Musicpreneur Pro 2 RRI Pontianak, Jumat, 16 Januari 2026. Penyiar Dipa Revanda menghadirkan gitaris sekaligus personel band Northsea, Sinyoe, untuk membahas perjalanan bermusik hingga dinamika skena alternatif saat ini.Sinyoe menceritakan awal ketertarikannya pada musik yang dimulai sejak bangku sekolah dasar. Pengaruh lingkungan keluarga, terutama sang kakak yang juga aktif bermain band, membuatnya akrab dengan kaset-kaset rock sejak kecil.
Dunia panggung mulai dikenalnya melalui festival pelajar saat masih bersekolah di SMA 7 Pontianak. Pada masa itu, ajang seperti
Bintang Pelajar menjadi ruang bergengsi bagi band sekolah untuk menunjukkan kemampuan di hadapan publik.“Zaman 2007–2008 itu festival pelajar lagi ramai sekali. Kita benar-benar pengin show off di depan sekolah. Itu gengsi banget waktu itu,” ujar Sinyoe.
Ketertarikan serius terhadap gitar mulai diasah saat SMP. Ia mengaku banyak terinspirasi gitaris dunia seperti Paul Gilbert hingga nama-nama besar lain yang menjadi referensi permainan rock dan alternatif.
Masuknya era digital membawa perubahan besar dalam cara musisi berkarya. Jika dulu band harus merilis album penuh dalam format kaset atau CD, kini pola tersebut bergeser menjadi perilisan single secara bertahap.
“Sekarang orang lebih banyak keluarin single dulu. Kalau dulu album. Tapi dulu itu nikmatnya kita bisa baca lirik, lihat artwork, sampai thanks to di dalam kaset,” katanya.
Menurutnya, kemajuan teknologi juga mempermudah proses produksi musik. Rekaman tidak lagi bergantung pada studio besar karena kini bisa dilakukan secara mandiri dari rumah, termasuk untuk kebutuhan promosi melalui media sosial.
Northsea sendiri menjadi salah satu band lokal yang aktif memanfaatkan platform digital, baik melalui konten maupun penjualan merchandise yang cukup mendapat respon publik. Kehadiran band ini juga dianggap membawa warna alternatif rock modern di Pontianak.
“Sekarang tantangan musisi bukan cuma bikin lagu bagus, juga gimana lagu itu bisa hidup di media sosial. Jadi, harus produktif dan kreatif,” ujar Sinyoe.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dalam band agar tetap bertahan lama di tengah perubahan tren musik. “Tipsnya sederhana, nurunin ego masing-masing dan tahu tujuan band mau ke mana. Kalau enggak, band gampang bubar,” katanya, mengakhiri.
Baca juga:
Aji Ali Rahman: Musik Harus Adaptif