Kenali Gejala Awal Kanker Anak

  • 14 Feb 2026 11:07 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Program Indonesia Sehat edisi 13 Februari 2026 mengangkat tema “Peduli pada Pejuang Kanker Anak” dengan menghadirkan dr. Nevita, M.Sc., Sp.A. Dalam kesempatan tersebut, dr. Nevita memaparkan kondisi kanker anak di Kalimantan Barat serta pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Nevita mengatakan, “Kanker anak di Kalimantan Barat itu saat ini, yang sudah pernah berobat di Rumah Sakit Soedarso itu ada sekitar 110–120 anak. Memang yang paling banyak itu kanker darah atau yang biasa kita kenal dengan leukimia, baru kemudian kalau dilihat dari data Soedarso itu yang kedua kanker bola mata, baru diikuti dengan kanker kelenjar getah bening.” Data tersebut menunjukkan bahwa leukemia masih menjadi kasus terbanyak, disusul kanker bola mata dan kanker kelenjar getah bening.

Ia menjelaskan bahwa gejala awal kanker anak sering kali tidak menunjukkan tanda yang jelas. “Sebenarnya kanker ini pada awalnya tidak memberi tanda, nah itu yang paling mengkhawatirkan sehingga memang semua orang tua harus waspada. Contohnya kayak kanker darah, dari sebagian besar anak-anak yang datang ke RS Soedarso, keluhan awalnya itu bisa hanya bolak-balik demam ke puskesmas, paramedik, rumah sakit, kemudian sembuh tapi bolak-balik demam lagi. Jadi demam yang berulang lama kita harus periksa lebih lanjut. Atau beberapa anak keluhan pertamanya itu kakinya ngilu-ngilu.”

Orang tua perlu waspada apabila anak mengalami demam berulang dalam waktu lama disertai keluhan nyeri pada kaki. Jika kondisi berlanjut, anak bisa tampak pucat akibat kadar hemoglobin rendah. Saat trombosit menurun drastis, biasanya muncul bintik-bintik perdarahan pada kulit. Selain itu, dr. Nevita menyarankan orang tua untuk mengenali kondisi tubuh anak saat memandikan atau menggosok badannya guna mendeteksi adanya benjolan di area tertentu yang sebelumnya tidak ada, termasuk bagian perut yang terasa keras. Sering kali orang tua baru membawa anak ke rumah sakit ketika anak sudah mengeluh sakit.

Terkait pengobatan, dr. Nevita menjelaskan bahwa kemoterapi merupakan pemberian obat, baik secara diminum maupun disuntikkan, untuk membunuh sel kanker. “Yang namanya kemoterapi atau pemberian obat, dia akan menyerang atau membunuh sel-sel kanker tersebut, tapi ketika dia membunuh sel-sel kanker tersebut, sel-sel yang sehat itu juga ikut mati karena obat-obat kanker itu dibikin untuk membunuh sel-sel yang berkembang dengan cepat. Sel-sel yang berkembang cepat itu kan salah satunya rambut, kulit, sehingga ikut kena.” Kondisi ini menyebabkan sebagian anak mengalami rambut rontok atau mual dan muntah, meskipun efek samping pada setiap anak berbeda tergantung pola makan, asupan gizi, dan daya tahan tubuh.

Ia menambahkan bahwa tingkat kesembuhan kanker anak cukup tinggi apabila ditemukan sejak dini. Leukemia memiliki tingkat kesembuhan lebih dari 50 persen, sedangkan kanker bola mata dapat mencapai hingga 80 persen jika ditangani lebih awal sebelum kondisinya parah. Semakin cepat ditemukan dan diterapi, semakin besar peluang untuk sembuh.

Di akhir perbincangan, dr. Nevita berpesan agar masyarakat memberikan empati yang tepat kepada anak-anak yang terdiagnosis kanker, yakni dengan membantu mereka tetap merasa bahagia dan diperlakukan seperti anak-anak pada umumnya agar tidak merasa dibedakan dari teman sebayanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....