UMKM Banyumas Tunjukkan Kebangkitan di Awal 2026
- by Fenny Ayuwardhani Mulyono
- Editor Robin Abdulrahman
- 18 Jan 2026
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Memasuki awal tahun 2026, kondisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Meski sempat mengalami penurunan omzet sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah tetap optimistis kondisi UMKM akan terus membaik.
Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kab. Banyumas, Louis Krismanto, S.T., mengatakan kebangkitan UMKM mulai terlihat seiring kembali berjalannya sejumlah program pemerintah di awal tahun ini. Untuk mendorong produktivitas UMKM, DKUKMP Banyumas telah menyiapkan berbagai program pada tahun 2026.
Program tersebut meliputi pendampingan pelaku UMKM, pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi dan pemasaran melalui pameran, serta penyaluran dana bergulir sebagai dukungan permodalan. Guna mendorong digitalisasi UMKM, DKUKMP Banyumas juga menggelar pelatihan-pelatihan pemasaran digital.
“Kami berupaya agar program-program ini bisa direalisasikan lebih awal meski masih ada masa transisi. Harapannya, pelaku UMKM bisa segera merasakan dampaknya,” kata Louis pada Kamis (15/01/26).
Loius menegaskan keterbatasan anggaran disiasati dengan menggandeng berbagai pihak, seperti perguruan tinggi dan penyedia platform digital. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM di Banyumas.
Di tahun ini, pemerintah daerah memfokuskan kebangkitan UMKM pada realisasi program-program yang telah direncanakan, sejalan dengan program unggulan Bupati Banyumas. Fokus utama diarahkan pada peningkatan akses permodalan melalui pinjaman dana bergulir, diversifikasi produk olahan berbasis potensi lokal, serta peningkatan promosi dan pemasaran melalui keikutsertaan dalam pameran tingkat regional maupun nasional.
“Kami ingin potensi lokal Banyumas semakin berkembang, baik melalui olahan ayam, singkong, dan produk lainnya, sehingga UMKM bisa naik kelas dan berdaya saing,” pungkas Louis.