Ourphera Hadirkan Microscreen Layar Tancap Keliling
- by Setyo Gunawan
- Editor Robin Abdulrahman
- 15 Jan 2026
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas -Micro screen adalah teknologi yang memungkinkan Anda menikmati hiburan di ruang kecil dengan kualitas gambar yang tinggi. Dengan ukuran yang kompak dan ringan, micro screen dapat ditempatkan di mana saja, membuatnya menjadi solusi hiburan yang ideal untuk ruang kecil.
Micro screen menjadi salah satu gerakan baru yang diinisiasi oleh Ourphera Picture sejak Maret 2025. Ourphera hadir sejak tahun 2021 dengan nama awal Cakrawala Cinema. Namun, seiring perkembangan, nama tersebut berubah menjadi Ourphera. Dalam siaran Pro 2 Commnity hadir komunitas micro screen "Ourphera" di Banyumas yang digagas oleh Dimas, Nanda dan Guntur.
“Ourphera berasal dari plesetan Opera. Ourphera merujuk pada salah satu program bioskop yang menayangkan film lokal. Sementara Vera Picture berperan pada produksi dan distribusi film. Salah satu program yang sering dilakukan yaitu Micro screen Hastasin,” kata Dimas dari ourpherapicture.
“Ourphera menjadi pelopor micro screen di Banyumas pada tahun 2026. Micro screen sendiri memiliki arti layar tancap keliling. Sedangkan hastasin merupakan subprogram dari Opera Rakyat. Konsep yang digunakan menggunakan layar tancap keliling dan dilakukan di ruang publik seperti kafe atau event kreatif. Film yang ditayangkan berasal dari open submission terbuka untuk umum. Seluruh film akan dikurasi kembali untuk dipilih dan akan ditayangkan pada di event besar Opera Rakyat,” lanjutnya.
Sejak Maret hingga November 2025, Micro screen Hastasin telah menggelar sebanyak 20 episode di 17 titik lokasi. Kegiatan ini telah berlangsung pada sejumlah wilayah seperti Purwokerto, Jogja, dan Bumiayu. Ourphera juga berhasil menayangkan dua film internasional dari Bangladesh dan Amerika.
Informasi terkait promosi kegiatan serta informasi seputar submission dapat diakses melalui akun Instagram @ourpherapicture. Saat ini, Ourphera sedang fokus pada peningkatan awareness agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Ourphera juga berencana untuk mengajukan proposal ke Dana Indonesiana.
Tantangan utama dari microscreen terletak pada konsep cinema on the street. Konsep tersebut menghadirkan banyak gangguan suara dari lingkungan sekitar. Meski demikian, esensi menonton justru lebih terasa oleh penonton.
Ourphera membuka kesempatan bergabung bagi siapapun yang memiliki semangat dan kompeten. Sistem keanggotaan bersifat fleksibel, yaitu tanpa adanya periode tertentu. Selain itu, setiap anggota yang bergabung langsung dilibatkan dalam proyek produksi film.
Beberapa karya produksi film Ourphera, salah satunya Parsan The Legend of Rajawali, menjadi pencapaian paling besar. Film ini mengangkat kisah tentang pelukis poster di Rajawali. Kemudian, karya lain berjudul Senitani dikemas sebagai bentuk apresiasi terhadap Mbah titut, seniman cowongan Banyumas. Film ini berisikan dokumenter dengan sentuhan fiksi dan hanya dapat ditonton secara langsung melalui pemutaran micro screen.
Antusiasme dari masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan. Ourphera terus memproduksi konten promosi supaya masyarakat lebih antusias. Selain itu, Ourphera sudah melakukan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan UKM kampus, termasuk Surai Picture dari Semarang. Seluruh kegiatan Ourphera dijalankan dengan anggaran yang terbatas. Hal tersebut dikarenakan peralatan produksi dimiliki oleh masing-masing anggota. (Dian)