UIN Saizu Kembangkan Kampus Ekoteologi di Purbalingga
- by Vinta
- Editor Robin Abdulrahman
- 20 Jan 2026
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menegaskan komitmennya menjadikan Kampus II Purbalingga sebagai pilot project pengembangan ekoteologi. Konsep ini diwujudkan melalui perencanaan kampus berbasis master plan hijau dan berkelanjutan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, mengatakan pengembangan Kampus II di Purbalingga sejak awal dirancang menggunakan pendekatan ekoteologi, yakni memadukan ajaran agama dengan tanggung jawab merawat dan menjaga kelestarian alam.
Menurutnya, kampus tidak hanya diposisikan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran ekologis yang hidup dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
“Kami ingin menjadikan kampus ini sebagai contoh bagaimana nilai-nilai agama dapat menjadi inspirasi dalam pengelolaan lingkungan,” ujar Prof. Ridwan saat menjamu Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, baru-baru ini.
Karena itu, Kampus II UIN Saizu dirancang sebagai pilot project pengembangan ekoteologi dengan perencanaan jangka panjang. Seluruh pengembangan kawasan kampus disusun berdasarkan master plan yang menekankan keseimbangan antara pembangunan fisik, pelestarian lingkungan, serta kebermanfaatan sosial bagi masyarakat.
UIN Saizu Purwokerto saat ini memiliki lahan seluas sekitar 15 hektare di wilayah Purbalingga. Dari total luas tersebut, sekitar 4,5 hektare berada di kawasan Kampus II, sementara 10,5 hektare lainnya berada di lokasi terpisah. Lahan tersebut dinilai memadai untuk pengembangan ruang terbuka hijau, area resapan air, serta fasilitas publik yang ramah lingkungan.
Saat ini, Kampus II UIN Saizu Purbalingga telah dimanfaatkan untuk kegiatan akademik Fakultas Dakwah dan Fakultas Sains dan Teknologi. Jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus tersebut telah mencapai lebih dari 3.474 orang. Seiring pertumbuhan tersebut, pengelolaan lingkungan kampus menjadi perhatian utama agar pembangunan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Konsep ekoteologi tidak hanya diwujudkan dalam desain fisik bangunan, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas akademik serta pengabdian kepada masyarakat. Sejumlah program pendampingan pertanian, pemanfaatan lahan produktif, hingga eksperimen tanaman ramah lingkungan telah melibatkan masyarakat di sekitar kawasan kampus.
Selain itu, Kampus II UIN Saizu juga dirancang sebagai ruang terbuka yang dapat diakses masyarakat umum. Fasilitas seperti area olahraga, ruang hijau, dan sarana penunjang aktivitas sosial diharapkan mampu mendorong interaksi kampus dengan masyarakat sekaligus menjadi pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi.
“Kami berharap dalam beberapa tahun ke depan Kampus II UIN Saizu akan semakin hijau, nyaman, dan menjadi ruang publik yang hidup. Ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan kampus yang berkelanjutan dan memberi manfaat luas,” tambah Prof. Ridwan.
Pengembangan Kampus II UIN Saizu sebagai pilot project ekoteologi juga sejalan dengan upaya internasionalisasi kampus. Konsep kampus hijau berbasis nilai Islam dinilai memiliki daya tarik tersendiri, termasuk bagi mahasiswa internasional yang ingin mempelajari relasi antara agama, ilmu pengetahuan, dan pelestarian lingkungan.