Persibas Laporkan Insiden Pelemparan Batu ke Asprov PSSI

RRI.CO.ID, Purbalingga: Manajemen Persibas Banyumas mengambil langkah tegas menyusul insiden kekerasan yang menimpa Ketua Umum mereka, Trisno Sudarso. Persibas secara resmi telah melaporkan aksi pelemparan batu yang diduga dilakukan oleh oknum suporter tuan rumah kepada Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah.

Laporan ini dilayangkan setelah laga lanjutan Grup E Liga 4 Jawa Tengah antara Persibangga Purbalingga melawan Persibas Banyumas di Stadion Goentoer Darjono, Minggu (18/1/2026). Dalam laporannya, Persibas juga menyertakan rekaman video untuk memperkuat bukti kejadian.

Trisno menyatakan bahwa Persibas menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Komdis Asprov PSSI Jateng. Ia berharap, pihak berwenang dapat menilai dan menindaklanjuti insiden pelemparan tersebut dengan objektif.

“Kami menunggu tindak lanjut dari Komdis Asprov. Nanti dilihat saja apa keputusan Komdis. Saya tidak mau berandai-andai,” tutur Trisno, yang juga anggota DPRD Kabupaten Banyumas itu,” kata Trisno.

Baca juga: Ketum Persibas Terkena Lemparan Batu di Markas Persibangga

Trisno sangat menyayangkan insiden tersebut terjadi. Sebab, ketika Persibas menjamu Persibangga di pertemuan pertama, pertandingan berjalan lancar. Pengamanan dari pihak panitia pelaksana (panpel) pertandingan berjalan maksimal, sehingga tidak ada kejadian yang merugikan pihak tamu.

“Ini pelajaran bagi kita semua agar ke depannya tidak terjadi lagi insiden seperti ini karena bagaimana pun kita saudara,” ujar Trisno.

Menurut keterangan Trisno, insiden pelemparan tersebut terjadi sekitar 10 sampai 15 menit setelah pertandingan berakhir. Saat itu, dirinya bersama rombongan ofisial dan sekelompok pendukung Persibas sedang berjalan keluar stadion menuju parkiran. Tiba-tiba batu melayang dari dalam stadion dan mengenai wajah Trisno. Akibat lemparan tersebut, Trisno mengaku mengalami luka berdarah di bagian hidung.

“Ada batu sekepalan tangan dewasa melayang kena muka saya. Saya tidak tahu siapa yang melempar, tetapi saya menduga itu dari pendukung tuan rumah,” tutur Trisno.

Baca juga: Klasemen Liga 4, Persibangga Pangkas Jarak dengan Persibas

Terlepas dari kejadian tersebut Persibas harus pulang dengan kekalahan telak 1-4. Pelatih Persibas Banyumas Agus Yuniardi berbesar hati mengakui keunggulan Persibangga. Ia menilai bahwa faktor kelelahan karena jadwal padat membuat anak asuhnya tampil kurang maksimal di laga tersebut, sehingga harus pulang dengan tangan hampa.

“Dari match pertama ke match berikutnya jaraknya memang terlalu pendek. Rotasi (pergantian) pemain di setiap pertandingan maksimum lima. Jadi kemungkinan kelelahan berlebihan menjadi faktor utama (kekalahan Persibas),” ucap Agus.

Hasil buruk tersebut tidak memengaruhi nasib Persibas di Liga 4 Jateng. Sebab, klub berjuluk Laskar Bawor itu sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar pada pekan lalu. Selanjutnya, di pertandingan terakhir Grup E, Persibas akan menjamu PSIP Pemalang di Stadion Satria Purwokerto pada Rabu 21 Januari 2026.

Rekomendasi Berita