Kreasi Yanti Craft, Sulap Anyaman Rotan Jadi Cuan

KBRN, Sabang: Kerajinan berbahan dasar rotan hingga kini masih diminati masyarakat. Di tangan Suriyanti, rotan yang dulunya hanya dianggap bahan tradisional berhasil diolah menjadi aneka produk bernilai jual tinggi melalui usaha miliknya, Yanti Craft.

Usaha yang berlokasi di Jurong Baypass, Gampong/Desa Cot Ba’u, Kota Sabang ini memproduksi berbagai jenis keranjang rotan, mulai dari keranjang belanja, keranjang penyimpanan, hingga keranjang hias dengan desain modern. Produk-produk tersebut dibuat sesuai orderan atau pesanan pelanggan.

Suriyanti, pemilik sekaligus pengrajin Yanti Craft, mengatakan bahwa usaha ini berawal dari keinginannya memanfaatkan potensi rotan yang melimpah di daerahnya. Selain itu, kerajinan dari hasil olahan tangan ini ia pelajari dari orang tuanya yang juga mahir membuat aneka jenis anyaman rotan.

“Awalnya saya hanya mencoba membuat keranjang untuk keperluan sendiri. Ternyata banyak yang tertarik dan memesan, hingga akhirnya saya memberanikan diri membuka usaha,” ujar Suriyanti saat ditemui RRI, Sabtu (10/1/2026).

Ia mengaku, rotan tersebut diperoleh dari petani rotan yang mendapatkan dari hutan di Pulau Weh, Sabang. Biasanya Suriyanti membeli rotan tersebut dengan harga Rp 10 ribu/kg. Ia juga menjualnya dengan harga bervariasi, antara Rp 10ribu hingga Rp 500ribu, tergantung ukuran keranjang atau anyaman rotan yang dibuat. Ia berhasil memperoleh keuntungan jutaan rupiah perbulan.

Menurutnya, membuat anyaman rotan membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Satu keranjang bisa memakan waktu beberapa jam hingga berhari-hari, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain. Meski demikian, Suriyanti mengaku puas karena hasil kerjanya diminati konsumen.

Melalui usaha yang sudah dibangun sejak 10 tahun, usahnya ini sangat membantu dan memberikan dampak positif bagi ekonomi keluarga. Dengan terus berinovasi pada desain dan kualitas produk, Suriyanti berharap Yanti Craft dapat berkembang lebih besar dan mampu bersaing di pasar kerajinan nasional.

“Rotan punya nilai tinggi kalau diolah dengan kreatif. Harapannya, kerajinan lokal bisa semakin dikenal dan diminati,” tutupnya.

Rekomendasi Berita