Sambo Aceh, Boyong Emas di PON Beladiri Kudus
- by Jeffri Agusrianto
- Editor Munzir Permana
- 20 Nov 2025
- Sabang
KBRN, Sabang: Sambo atau Samozashchita Bez Oruzhiya, yang berarti “Bela Diri Tanpa Senjata”, merupakan seni bela diri yang dikembangkan di Uni Soviet pada awal abad ke-20. Kini, Sambo telah berkembang menjadi salah satu olahraga tempur yang diakui secara internasional.
Seni bela diri ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan militer Soviet dalam melatih personel menghadapi pertarungan jarak dekat. Dua tokoh penting dalam pembentukan Sambo, yakni Viktor Spiridonov dan Vasily Oshchepkov, melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk mempelajari dan mengadaptasi teknik-teknik pertarungan terbaik dunia. Mereka mengombinasikan unsur Judo dan Jiu-Jitsu dari Jepang, berbagai teknik gulat tradisional dari Kaukasus dan Asia Tengah, serta seni bela diri Eropa lainnya.
Hasilnya adalah sistem bela diri yang efektif, adaptif, dan praktis untuk pertempuran nyata. Pada tahun 1938, Sambo resmi diakui sebagai cabang olahraga di Uni Soviet. Sambo dikenal dengan karakteristik teknik bantingan (throws), kuncian, serta pertarungan bawah (ground fighting) yang menjadi kekuatannya.
Dalam program Ngobrol Bareng Komunitas (NGOBRAS) di RRI Programa 1 Banda Aceh 97,7 FM pada Rabu (19/11/2025), hadir narasumber dari Komunitas Sambo Aceh, yakni Ketua Harian Sambo Aceh T. Ayatullah Bani Baeit, SE dan Pelatih Sambo Aceh Muhammad Rafal, SH.
Sambo Aceh baru saja mencatat prestasi membanggakan dengan meraih empat medali emas pada Kejuaraan PON Bela Diri di Kudus. Ayatullah menyampaikan rasa puas atas pencapaian atlet-atletnya.
“Sangat puas, tetapi bukan untuk berbangga diri. Ini merupakan hasil dari latihan yang serius, sehingga hasilnya pun maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Sambo Aceh, Muhammad Rafl, menjelaskan bahwa perjuangan para atlet tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk minimnya dana dan sejumlah kendala organisasi.
“Para atlet sangat bersemangat meski dengan segala keterbatasan, termasuk saat itu sedang terjadi pergantian Ketua KONI. Namun hal ini tidak mengurangi motivasi mereka. Kami tetap mengikuti PON Bela Diri dan berhasil meraih empat medali emas,” ungkapnya. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat, konsistensi, dan kerja keras dapat membawa atlet Sambo Aceh tampil gemilang di tingkat nasional.