Biliar Kembali Bergairah, POPSI Soroti Anak Muda Aceh

KBRN, Sabang : Biliar atau billiard merupakan olahraga yang dimainkan di atas meja khusus berlapis kain laken menggunakan stik dan bola. Olahraga ini mengandalkan ketangkasan, akurasi, perhitungan sudut, serta strategi. Secara umum, biliar terbagi menjadi tiga kategori utama:

1. Pool (Biliar Saku)

Jenis ini paling populer di dunia, khususnya di Amerika Utara. Permainan berlangsung di meja yang memiliki enam saku, menggunakan bola bernomor 1–15 serta satu bola putih. Bola 1–7 dikenal sebagai solid, sementara bola 9–15 merupakan stripes.

2. Carom Billiards (Biliar Tanpa Saku)

Dimainkan di atas meja tanpa saku, jenis ini umumnya menggunakan dua hingga tiga bola. Tujuan permainan adalah memantulkan bola putih ke bola lain atau sisi meja (bantalan) dalam pola tertentu sesuai aturan.

3. Snooker

Variasi ini menggunakan meja lebih besar dengan saku lebih kecil. Snooker dimainkan dengan 22 bola: satu bola putih, 15 bola merah bernilai 1 poin, serta enam bola warna dengan nilai 2–7 poin. Permainan berlangsung dengan memasukkan bola merah dan bola warna secara bergantian hingga seluruh bola habis.

Biliar pada awalnya dimainkan di atas tanah seperti permainan kriket. Namun akibat kondisi cuaca, permainan dipindahkan ke dalam ruangan dan dimainkan di atas meja berlapis kain hijau sebagai simbol rumput. Olahraga ini berkembang pesat di Eropa dan tercatat digunakan oleh kalangan bangsawan sejak era Raja Louis XI Prancis pada abad ke-15, sehingga dikenal sebagai “Permainan Raja dan Raja Para Permainan.”

Di Aceh, olahraga biliar kini kembali menunjukkan peningkatan popularitas, terutama di kalangan anak muda. Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi POPSI Aceh, Iqbal Firdaus, SE., MM, dalam Dialog Pagi Programa 1 RRI Banda Aceh, Jumat (21/11/2025).

“Kita melihat beberapa bulan terakhir, gerai-gerai biliar semakin banyak bermunculan di Banda Aceh maupun daerah lain, termasuk Lhokseumawe. Saya menilai biliar sedang kembali populer di kalangan anak-anak muda Aceh,” ujarnya.


Rekomendasi Berita