Perjalanan Bee Edu Park Menjadi Pusat Edukasi Mandiri

  • by
  • Editor Ridzki Multianatha
  • 16 Jan 2026
  • Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pandemi COVID-19 menyisakan trauma mendalam bagi banyak orang, tak terkecuali bagi Dainu Fuliana. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, ia memilih bangkit untuk membuat agrowisata yang kini dikenal sebagai Bee Edu Park.

Berawal dari masa lockdown, agrowisata ini adalah manifestasi dari semangat untuk bangkit melalui jalur pendidikan alam dan ketahanan pangan. Dainu Fuliana selaku Pemilik Bee Edu Park, menceritakan kisah perjuangannya dalam program Teras UMKM di Pro4 RRI Samarinda.

Saat itu, sektor jasa perjalanan yang menjadi tumpuan ekonomi Dainu lumpuh total. Kondisi diperparah ketika keluarganya terpapar virus dan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Alih-alih mendapat dukungan, mereka justru menerima stigma negatif dari lingkungan sekitar. "Saya mencoba melakukan aktivitas yang bermanfaat tanpa harus keluar rumah. Akhirnya saya memotivasi diri, setiap hari minimal menanam satu pohon di lahan belakang rumah ," ujar Dainu mengenang masa sulit tersebut.

Aktivitas menanam ini rupanya menjadi fondasi bagi kegiatan edukasi di Bee Edu Park, yang berlokasi di Desa Bangunrejo, Kecamatan Tenggarong Seberang. Dainu menyadari, masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya lingkungan yang sehat.

Di lahan seluas dua hektar tersebut, ia mulai memperkenalkan ragam flora endemik Kalimantan yang semakin langka. Pengunjung yang datang juga bervariasi, mulai dari tingkat TK hingga mahasiswa, diajak mengenal langsung wujud pohon ulin, kapur, meranti, tengkawang, hingga berbagai tanaman anggrek.

Salah satu pilar edukasi yang menjadi daya tarik adalah budidaya lebah kelulut

(Trigona). Berdasarkan saran dari pakar pendidikan, Dainu menjadikan lebah ini sebagai sarana belajar tentang ekosistem dan kesehatan.

‘’Kami membuat target edukasi yang dikemas secara menarik, yaitu sedot madu langsung dari sarangnya. Madu kelulut dipercaya memiliki khasiat tinggi untuk meningkatkan imunitas. Tidak perlu takut, karena

stingless bee adalah lebah tanpa sengat," ujarnya kepada Pro4 RRI Samarinda.

Aspek keselamatan anak juga tidak luput dari program edukasi Bee Edu Park. Menyadari risiko lingkungan sekitar yang terdapat bekas lubang tambang, Dainu menyediakan fasilitas kolam renang anak sebagai alternatif tempat bermain yang aman.

Selain alternatif tempat bermain anak, Bee Edu Park juga memiliki berbagai wahana yang cocok untuk liburan keluarga. Wahana kolam terapi, kolam pemancingan, outbound flying fox, dan beragam wahana lain membuat Bee Edu Park semakin menarik untuk dijelajahi.

Kini, dengan tarif masuk hanya Rp5.000, Bee Edu Park telah bertransformas menjadi "sekolah alam" yang terbuka bagi siapa saja. Dainu berharap Bee Edu Park bisa semakin berkembang, dan menginspirasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan kemandirian ekonomi.


Rekomendasi Berita