Pemkab Mahulu Gelar Misa Natal Oikumene 2025/2026
- by Pemkab Mahakam Ulu : Isati
- Editor Saparuddin
- 14 Jan 2026
- Samarinda
RRI.CO.ID, Mahakam Ulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bersama umat Kristiani melaksanakan Misa Syukur Natal Oikumene Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026. Perayaan tersebut berlangsung khidmat di Paroki Gereja Katolik Santo Petrus, Ujoh Bilang, Selasa 13 Januari 2026.
Misa Syukur Natal Oikumene dipimpin langsung oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (bdk. Mat. 1:21–24). Perayaan Ekaristi berlangsung penuh hikmat dan dihadiri jajaran Pemerintah Daerah, tokoh agama, serta umat Kristiani dari berbagai denominasi.
Dalam homilinya, Uskup Agung menyampaikan rasa syukur karena umat Kristiani dapat berhimpun sebagai satu keluarga besar yang dipersatukan oleh kasih Allah. Ia menegaskan bahwa sukacita Natal bersumber dari iman akan Firman Allah yang menjadi manusia dan hadir di tengah umat-Nya.
“Kita bersyukur karena dapat berhimpun sebagai umat Kristiani yang disatukan oleh kasih Allah. Sukacita Natal lahir dari iman bahwa Firman adalah Allah yang menjadi manusia dan hadir nyata dalam kehidupan keluarga serta menyertai perjalanan iman umat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Uskup Agung menegaskan keselamatan keluarga merupakan anugerah Allah yang dijalani melalui sebuah proses. Menurutnya, keluarga tidak selalu berada dalam kondisi sempurna dan kerap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Keluarga belum sepenuhnya sempurna dan masih bergumul dengan berbagai persoalan. Namun justru dalam realitas itulah Allah hadir untuk menuntun keluarga agar terus bertumbuh, berpusat pada Tuhan, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan keluarga di era modern yang semakin kompleks, terutama akibat pengaruh materialisme, pencarian kenyamanan, serta sikap individualisme yang kian menguat.
“Ketika kebahagiaan hanya diukur dari harta, penampilan, dan kenikmatan duniawi, maka nilai-nilai rohani dalam keluarga akan terpinggirkan sehingga keluarga menjadi rapuh,” ucapnya.
Melalui perayaan Natal Oikumene ini, seluruh keluarga Kristiani diajak untuk kembali meneladani kehidupan Keluarga Kudus Nazaret sebagai fondasi hidup beriman.
“Allah hadir untuk menyelamatkan dan meneguhkan keluarga agar hidup dalam kasih, saling melayani, dan rela berkorban. Kebahagiaan sejati bukan terletak pada harta dan kenyamanan, melainkan pada shalom Allah yang hadir dan berkarya di tengah keluarga,” katanya.
Perayaan Misa Syukur Natal Oikumene ditutup dengan doa bersama serta pembaruan iman sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Momentum ini menjadi harapan bersama agar kehidupan keluarga Kristiani semakin beriman, harmonis, dan berkenan kepada Tuhan. (BBL/Jo/AI)