Wabup Mahulu: Natal Oikumene Simbol Persatuan Seluruh Masyarakat
- by Pemkab Mahakam Ulu : Isati
- Editor Saparuddin
- 14 Jan 2026
- Samarinda
RRI.CO.ID, Mahakam Ulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bersama umat Kristiani melaksanakan Perayaan Natal Oikumene Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Adat Ujoh Bilang, Selasa 13 Januari 2026, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Rangkaian acara diawali dengan Misa Syukur Natal yang berlangsung dengan penuh penghayatan. Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diselingi pemutaran video Natal. Suasana sukacita semakin terasa melalui berbagai penampilan pujian dan persembahan lagu rohani dari Paroki Ujoh Bilang yang menambah kehangatan serta kebersamaan umat.
Memasuki acara utama pada malam hari, Perayaan Natal Oikumene secara resmi dibuka dengan tarian penyambutan, dilanjutkan doa pembukaan dan penampilan pujian dari Paroki Long Hubung. Salah satu momen paling bermakna dalam perayaan ini adalah prosesi penyalaan lilin Natal yang diiringi lagu O Holy Night, sebagai simbol terang Kristus yang membawa damai dan keselamatan bagi seluruh umat.
Prosesi penyalaan lilin dilakukan secara bergiliran oleh Uskup Agung Samarinda, unsur pimpinan daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh perempuan, hingga panitia Natal Oikumene. Momentum tersebut menjadi simbol kuat persatuan, toleransi, dan kebersamaan lintas denominasi dalam perayaan Natal di Kabupaten Mahakam Ulu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menyampaikan bahwa Perayaan Natal Oikumene tidak hanya menjadi perjumpaan sukacita umat Kristiani, tetapi juga simbol persatuan dan damai sejahtera bagi seluruh masyarakat.
“Perayaan Natal Oikumene ini bukan hanya menjadi perjumpaan sukacita umat Kristiani, tetapi juga simbol persatuan dan damai sejahtera bagi seluruh masyarakat Mahakam Ulu. Dalam semangat oikumene, kita dipanggil untuk hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persaudaraan di tengah keberagaman sebagai satu keluarga besar Mahakam Ulu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan tema Natal Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga mengajak umat untuk kembali menempatkan keluarga sebagai pusat kasih dan ruang pertama hadirnya keselamatan Allah.
“Dari keluarga yang dipenuhi nilai, keteladanan, dan cinta kasih inilah akan lahir generasi Mahakam Ulu yang berkarakter, toleran, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat,” katanya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta mendukung pembangunan daerah.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh tokoh agama dan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu senantiasa bekerja melayani dengan rasa takut akan Tuhan. Dengan iman, pengharapan, dan pengabdian yang tulus, mari kita bersama-sama mewujudkan Mahakam Ulu yang maju, merata, dan berkelanjutan,” ucap wabup.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal Oikumene, Kristina Tening, dalam laporannya menyampaikan Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026 diselenggarakan sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat persatuan dan kerukunan umat Kristiani lintas denominasi.
“Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026 kami selenggarakan sebagai wujud komitmen bersama untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kerukunan umat Kristiani lintas denominasi. Dengan mengusung tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga, kami berharap tema ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai tempat bertumbuhnya iman dan kasih,” ujarnya.
Ia menambahkan, perayaan Natal Oikumene tahun ini memiliki kekhasan dengan mengangkat kekayaan budaya lokal.
“Panitia menampilkan musik tradisional Dayak yang dipadukan dengan lagu-lagu gerejani sebagai wujud penghayatan iman yang berakar pada budaya setempat. Kolaborasi ini ditampilkan melalui Jatun Utang dari Datah Bilang serta penampilan Pastor Garins, MSF, bersama Tim Sarunai dengan musik rohani bernuansa etnik,” ucap Kristina menjelaskan.
Melalui perayaan ini, panitia berharap Natal Oikumene dapat menjadi perjumpaan iman yang hidup, meneguhkan keluarga Kristiani sebagai Gereja domestik, serta mempererat persekutuan oikumene di Kabupaten Mahakam Ulu.
Perayaan Natal Oikumene ditutup dengan doa penutup oleh pastor dan berkat penutup dari Uskup Agung Samarinda. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, serta mencerminkan semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Melalui Perayaan Natal Oikumene ini, diharapkan nilai-nilai kasih, persatuan, dan damai sejahtera semakin menguat dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, serta menjadi landasan dalam membangun Mahakam Ulu yang rukun dan harmonis. (BBL/Jo/AI)