Sudan Jadi Pusat Krisis Pengungsian Terbesar Dunia
- by Saifullah
- Editor Saparuddin
- 14 Jan 2026
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan Sudan kini menjadi pusat krisis pengungsian terbesar di dunia. Pernyataan resmi tersebut merujuk pada skala perlindungan warga sipil yang terus memburuk hingga Januari 2026.
Laporan International
Organization for Migration (IOM) menyebut jumlah warga yang terlantar telah melampaui 11 juta jiwa. Jutaan pengungsi tersebut kini tersebar secara internal maupun melintasi perbatasan negara tetangga seperti Chad dan Mesir.Baca Juga: Lebih dari 1.200 Warga Sudan Mengungsi akibat Konflik
Kementerian Kesehatan Sudan melaporkan lebih dari 75 persen fasilitas kesehatan di Khartoum dan Darfur sudah tidak beroperasi. Kondisi ini diperparah oleh serangan fisik, kurangnya tenaga medis, serta ketiadaan pasokan listrik dan air bersih.
Data dari
Insecurity Insight menunjukkan Sudan menjadi tempat paling berbahaya bagi para pekerja medis saat ini. Ratusan insiden kekerasan tercatat secara sistematis menyasar ambulans dan bangunan rumah sakit sejak pecahnya konflik bersenjata.Krisis kemanusiaan ini semakin diperburuk dengan munculnya wabah kolera masif akibat hancurnya sistem sanitasi warga. Tingkat kematian akibat wabah ini terus meningkat karena keterbatasan akses ke pusat pengobatan rehidrasi yang memadai.
Wilayah Sudan saat ini juga menghadapi tingkat kerawanan pangan darurat fase 4 berdasarkan analisis Integrated Food Security Phase Classification. Kondisi kelaparan fase 5 bahkan telah terdeteksi di beberapa kantong pengungsian yang sulit dijangkau.
UNICEF Sudan melaporkan ribuan anak berisiko tinggi meninggal dunia akibat menderita malnutrisi akut berat. Hal ini terjadi seiring terhentinya program imunisasi rutin di wilayah konflik yang memicu kembalinya wabah campak.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menekankan adanya hambatan birokrasi yang menghalangi distribusi bantuan kemanusiaan global. Penutupan akses perbatasan oleh pihak yang bertikai secara sistematis telah memutus rantai pasokan logistik kesehatan penting.
Baca Juga: Sekjen PBB Serukan Penghentian Konflik di SudanMasyarakat internasional didesak untuk memberikan perhatian lebih terhadap kegagalan program vaksinasi polio yang sebelumnya sudah terkendali. Pemulihan infrastruktur kesehatan dasar menjadi prioritas utama untuk mencegah totalitas kelumpuhan sistem medis di seluruh wilayah Sudan