Ancaman Baroque Works di Live Action One Piece

RRI.CO.ID, Semarang - Kemunculan “Baroque Works” dalam One Piece Live Action Season 2 langsung menarik perhatian penggemar karena organisasi ini menjadi kunci konflik besar di Arabasta. Sindikat kriminal tersebut diciptakan oleh “Crocodile” untuk mengguncang dan menaklukkan Kerajaan Arabasta demi mendapatkan senjata kuno “Pluton”.

Baroque Works menjalankan aksi spionase, sabotase, dan pembunuhan selama bertahun-tahun untuk memicu perang saudara. Kelompok ini memanipulasi rakyat Arabasta hingga konflik nyaris tak terhindarkan.

Sebagian besar anggotanya berasal dari pemburu hadiah dan tentara bayaran yang dijanjikan pembentukan negara baru yang “ideal”. Namun, inti kekuatan Baroque Works terletak pada para agen elit yang memiliki kemampuan tempur dan intelijen tingkat tinggi.

Rencana puncak mereka, “Operation Utopia”, hampir berhasil mencapai seluruh tujuannya. Upaya tersebut akhirnya gagal setelah digagalkan oleh Putri Nefertari Vivi, Bajak Laut Topi Jerami, dan pasukan Marinir pimpinan Smoker.

Setelah kegagalan tersebut, pihak berwenang membongkar Baroque Works dan menangkap Crocodile beserta sebagian besar bawahannya. Meski demikian, sejumlah mantan anggota berhasil melarikan diri dan kembali memengaruhi peristiwa besar di dunia One Piece.

Crocodile memimpin organisasi ini dengan nama sandi “Mr. 0” dan didampingi “Nico Robin” sebagai “Miss All Sunday”. Ia menerapkan sistem kode ketat, membagi agen ke dalam “Officer Agents” dan “Frontier Agents”, serta mengerahkan ribuan anggota lapangan yang dikenal sebagai “Billions” dan “Millions”.

Di puncak kejayaannya, Baroque Works memiliki lebih dari 2.000 anggota dan beroperasi dari “Grand Line” hingga “East Blue”. Organisasi ini tercatat sebagai antagonis utama “Arabasta Saga” dan menjadi salah satu ancaman terbesar yang pernah dihadapi Luffy dan krunya.

Rekomendasi Berita