Perbedaan Aturan Lari Marathon dan Lomba Lari Lain
- by
- Editor Aries Puji Sriyanto
- 19 Jan 2026
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Setiap jenis lomba lari memiliki aturan berbeda sesuai jarak, teknik, serta tujuan perlombaan. Perbedaan ini penting diketahui peserta agar mempersiapkan diri dengan benar sebelum mengikuti kompetisi.
Lomba lari marathon memiliki jarak resmi 42,195 kilometer yang membutuhkan daya tahan fisik tinggi. Sementara itu, lomba sprint hanya menempuh jarak pendek sehingga lebih fokus pada kecepatan.
Dalam marathon, terdapat
water station di sepanjang rute untuk menjaga hidrasi peserta. Lomba jarak pendek jarang menyediakan fasilitas ini karena durasi lombanya lebih singkat.Marathon juga memiliki batas waktu atau
cut-off time agar peserta menyelesaikan lomba sesuai ketentuan. Lomba jarak menengah atau estafet biasanya tidak menetapkan batas waktu ketat seperti marathon.Peserta marathon wajib mengenakan nomor bib yang terlihat jelas selama perlombaan panjang. Aturan serupa berlaku di lomba lain, namun pengawasan lebih ketat pada marathon karena jumlah peserta banyak.
Selain itu, marathon melibatkan tim medis di banyak titik rute untuk mengantisipasi cedera. Lomba jarak pendek biasanya hanya menyediakan pertolongan di garis finish.
Dalam lomba estafet, koordinasi tim menjadi aturan penting termasuk pergantian tongkat di zona tertentu. Aturan ini tidak ada pada marathon karena lombanya bersifat individual.
Lomba gawang memiliki aturan tambahan mengenai teknik melompati rintangan tanpa menjatuhkannya. Marathon tidak memerlukan teknik khusus selain menjaga ritme dan ketahanan sepanjang rute.
Perlengkapan lomba juga berbeda tergantung kategori. Marathon menuntut sepatu lari khusus dengan bantalan baik untuk mencegah cedera kaki.
Pelari marathon sering memakai pakaian ringan berbahan breathable, topi, kacamata hitam, serta jam pintar untuk memantau pace. Sementara itu, pelari sprint lebih fokus pada sepatu ringan dengan paku khusus untuk meningkatkan traksi.
Peserta lomba estafet memerlukan tongkat khusus yang sesuai standar agar pergantian antar pelari berjalan lancar. Pada lomba gawang, sepatu dengan cengkraman kuat membantu pelari menjaga kecepatan saat melewati rintangan.
Dengan memahami perbedaan aturan dan perlengkapan, pelari dapat mempersiapkan diri secara optimal. Persiapan yang tepat menjadikan pengalaman lomba lari lebih aman, menyenangkan, dan penuh pencapaian.