Peternak Kendal Gembira, Impor Bungkil Kedelai Ditangani BUMN
- by Pemkab Kendal : Faiz Rozi
- Editor Marnisa Nurdian Saritri
- 1 Jan 2026
- Semarang
KBRN, Kendal: Para peternak unggas di Kabupaten Kendal menyambut baik terkait kebijakan pemerintah yang mengalihkan kewenangan impor
soybean meal (SBM) atau bungkil kedelai kepada BUMN PT Berdikari. Sebelumnya, penugasan impor melibatkan swasta, yang dinilai berpotensi memicu penguasaan pasar oleh kelompok tertentu.Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi mengatakan, pemerintah telah menetapkan mulai 1 Januari 2026 impor SBM dilakukan melalui PT Berdikari. Pengalihan itu dinilai sebagai langkah strategis yang sejalan dengan amanat konstitusi serta kebutuhan penguatan tatakelola pangan nasional.
"Mulai Januari 2026 impor SBM akan dialihkan ke BUMN PT Berdikari. Berdasarkan informasi waktu saya ikut rapat di Kementerian Jakarta tanggal 28 Desember lalu," ujar anggota DPRD Kendal dari Partai NasDem itu.
Suwardi mengatakan, ada sekitar 2.200 ton SBM yang dibutuhkan para peternak selama satu bulan, sedangkan kebutuhan jagung peternak Kendal sekitar 194 ribu ton dalam setahun. “Semoga kehadiran BUMN dapat menjaga stabilitas harga, mencegah praktik penimbunan, serta memastikan distribusi bungkil kedelai lebih merata ke seluruh wilayah,” katanya.
Ia pun berharap ada BUMD yang mau membantu petani dalam pemberdayaan penanaman jagung. Mekanismenya, jagung dari petani ditarik ke BUMD, kemudian dari BUMD diserahkan kepada koperasi.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, potensi tanaman jagung di Kabupaten Kendal cukup besar. Oleh karena itu, Kabupaten Kendal merupakan wilayah prioritas pembangunan tanaman jagung.
"Pemkab Kendal terus membantu para petani jagung. Baik bantuan benih jagung maupun alat-alat pertanian," katanya. (FR)