Curah Hujan Tinggi, Harga Durian Pekalongan Anjlok

KBRN, Pekalongan: Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak awal tahun 2026 membawa berkah sekaligus tantangan bagi para petani durian. Di satu sisi, curah hujan tinggi membuat pohon durian berbuah lebat.

Namun di sisi lain, melimpahnya hasil panen justru berdampak pada anjloknya harga durian di pasaran. Pedagang Durian di Jalan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Abdul Aziz mengatakan, sentra durian seperti di Kecamatan Karanganyar, Doro, Petungkriyono, dan Lebakbarang.

Durian lokal kini dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan tahun sebelumnya. Musim hujan ini berpengaruh dengan kulitas dan rasa buah durian.

"Jika pada musim panen normal harga durian bisa menembus Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per buah. Kini durian ukuran sedang dapat dibeli dengan harga Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per buah," terangnya.

Menurut Aziz, turunnya harga terjadi karena pasokan durian yang sangat melimpah. Akibatnya durian berlimpah dan harga naik saat ada momen tertentu seperti tahun baru atau keramaian acara warga.

“Hujan terus bikin buah jatuh bersamaan. Stok banyak, pembeli tidak sebanding, akhirnya harga ikut turun,” ujarnya.

Pedagang durian lainya, Muhi menyampaikan, selain faktor panen raya, intensitas hujan yang tinggi juga mempengaruhi kualitas durian. Banyak buah yang jatuh sebelum matang sempurna sehingga harus segera dijual agar tidak rusak.

Kondisi ini membuat pedagang tidak bisa menaikkan harga karena daya tahan buah yang relatif singkat. "Harga durian tergantung kualitasnya, kalau yang durian lokal tapi kualitas super dari Rp160 ribu hingga Rp180 ribu perbuah," terangnya.

Meski demikian, kondisi ini justru disambut gembira oleh para penikmat durian. Murahnya harga membuat durian Pekalongan banyak diburu warga lokal maupun pembeli dari luar daerah.

Lapak-lapak durian dadakan pun ramai dikunjungi. Terutama pada sore hingga malam hari.

Rekomendasi Berita