Banjir di Brangsong Kendal, Polisi Evakuasi Warga
- by Pemkab Kendal : Faiz Rozi
- Editor Marnisa Nurdian Saritri
- 16 Jan 2026
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal: Polres Kendal bergerak cepat membantu evakuasi korban banjir yang melanda Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Kamis, 15 Januari 2026 malam. Luapan Sungai Waridin menggenangi permukiman warga dan menyebabkan kemacetan di jalur Pantura Brangsong.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar langsung menggelar apel kesiapsiagaan di Ruang Command Center Polres Kendal pada pukul 21.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolres memerintahkan seluruh personel piket fungsi untuk segera menuju lokasi terdampak.
“Hujan deras dengan intensitas tinggi telah menyebabkan banjir di beberapa titik. Kami instruksikan seluruh personel untuk siaga penuh dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujar AKBP Hendry.
Luapan Sungai Waridin terjadi sejak pukul 17.30 WIB dan merendam Dukuh Kauman, Dukuh Kradenan, serta Dukuh Kebonadem. Debit air yang meningkat melampaui bibir jembatan dan masuk ke rumah warga, sekaligus mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional Pantura.
Polres Kendal membagi personel sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Satu pleton Dalmas diterjunkan ke lokasi menggunakan truk operasional serta dilengkapi perahu karet untuk evakuasi warga.
Satlantas dikerahkan untuk mengurai kemacetan di jalur Pantura, sementara personel Satresnarkoba berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kendal. Personel Reskrim dan Intelkam disiagakan untuk pengamanan serta pendataan wilayah terdampak banjir.
Sekitar pukul 21.30 WIB, Kapolres Kendal meninjau langsung lokasi banjir. Ia didampingi Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan, Pelaksana Tugas Kapolsek Brangsong, AKP Nugroho Agung Purnomo, dan Kasat Lantas AKP Panji Yugo Putranto Petugas.
Kapolres Kendal menegaskan kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat. “Personel kami terus berada di lapangan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan,” katanya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan banjir terjadi di 19 desa dan kelurahan yang tersebar di lima kecamatan. Lima kecamatan tersebut meliputi Kendal, Brangsong, Kaliwungu, Pegandon, dan Ngampel.
“Banjir akibat luapan Sungai Waridin melanda ratusan rumah di sekitar sungai. Banyak warga harus dievakuasi,” ujar Iwan. (FR)