Isu Perubahan Iklim Jadi Fokus Magang Kependidikan UPGRIS
- by Bowo Wiranto
- Editor Marnisa Nurdian Saritri
- 12 Jan 2026
- Semarang
KBRN, Semarang: Isu perubahan iklim menjadi perhatian Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) dalam Magang Kependidikan 2025/2026. Melalui magang bertemakan UPGRIS Mengedukasi Perubahan Iklim ini, mahasiswa diharapkan ikut melahirkan generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan berkelanjutan.
Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati Mhum mengatakan, perubahan iklim memang harus menjadi perhatian dunia, termasuk dunia pendidikan. “Kita khawatir dengan keberlanjutan dunia yang akan diwariskan kepada anak cucu, kualitasnya berkurang banyak,” ungkapnya usai membuka Penyegaran Dosen Pembimbing Magang yang digelar Pusat Karier, PPL dan Pemagangan Lembaga Pengembangan Profesi UPGRIS, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, melalui dosen pembimbing, mahasiswa yang melaksanakan magang dapat menyampaikan materi terkait perubahan iklim kepada peserta didik di sekolah. Melalui edukasi sedikit demi sedikit, diharapkan akan menjadi kebiasaan bagi peserta didik dan berdampak positif terhadap lingkungan.
“Menggunakan tumbler, mengurangi penggunaan plastik lalu membuang sampah pada tempatnya, itu sepertinya hal yang mudah dan harus dibiasakan. Pembiasaan hal baik untuk anak-anak sekolah, kalau sudah terbiasa, walaupun awalnya dipaksa, nanti akan menjadi habit yang menjadi kebiasaan baik,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, edukasi perubahan iklim juga untuk mendukung program pemerintah terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Pembangunan sumber daya manusia (SDM) mendorong untuk bertindak segera dalam memerangi perubahan iklim dan dampaknya.
“Dosen itu selalu memberikan nasihat, mendidik mahasiswanya dan guru juga mendidik para siswanya dan cara mendidik yang paling baik dengan keteladanan. Dengan teladan ini akan menjadi tindakan positif dan memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial sekeliling kita, seperti kerusakan lingkungan,” ucapnya.
Kepala Pusat Karier, PPL, dan Pemagangan UPGRIS, Dr Praseyo MPd mengungkapkan, magang kependidikan menjadi salah satu upaya strategis untuk menggugah kesadaran masyarakat terkait kepedulian terhadap lingkungan. UPGRIS menerjunkan 1.266 mahasiswa yang ditempatkan di 110 sekolah yang tersebar di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
“Kita mencoba untuk memberikan sebuah kesadaran kepada seluruh para siswa di level PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dan seterusnya. Seluruh masyarakat mulai dari tingkat pendidikan ataupun masyarakat umum juga harus punya tanggung jawab yang sama,” katanya.