Magang UPGRIS Integrasikan Edukasi Perubahan Iklim di Sekolah

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang(UPGRIS) mengintegrasikan edukasi perubahan iklim dalam program Magang Kependidikan. Program ini diterapkan melalui pembekalan kepada 1.265 mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (14/1/2026).

Pembekalan diberikan oleh Pusat Karir, PPL, dan Pemagangan Lembaga Pengembangan Profesi UPGRIS. Kegiatan ini menyinkronkan program kerja mahasiswa dengan tema “UPGRIS Mengedukasi Perubahan Iklim”.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum, mengatakan, calon guru menghadapi tantangan besar di tengah perkembangan teknologi. Peran guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu bagi siswa.

"Peran mereka mengawal anak-anak yang hampir setiap hari dunia maya untuk mencari ilmu. Maka, para guru harus memastikan bahwa jalan mereka itu aman dengan ilmu yang mereka kuasai dan serap melalui dunia maya," ungkapnya.

Menurutnya, peran guru tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Guru tetap memiliki tanggung jawab penting dalam membangun karakter siswa.

"Satu tugas guru yang tidak pernah bisa digantikan oleh teknologi dalam adalah mendidik, mengawal dan membangun karakter anak-anak bangsa. Para calon guru harus menjadi teladan bagi para siswa dengan menjadi guru yang bisa membuat para siswa senang dan antusias datang ke sekolah," katanya.

Ia menambahkan, peran teladan guru juga menjadi sarana menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa. Bencana alam yang terjadi belakangan diharapkan meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim.

"Para calon guru bisa memberikan edukasi perubahan iklim, maka semua pembelajaran diarahkan agar siswa mengenali dan menyikapi melalui kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, diimplementasikan dalam keseharian, seperti mengurangi penggunaan plastik dan buang sampah pada tempatnya," ujarnya.

Sementara, Kepala Pusat Karir, PPL, dan Pemagangan UPGRIS, Dr. Prasetyo, M.Pd, menyebut kondisi lingkungan menjadi latar belakang program magang kependidikan. Edukasi perubahan iklim juga mendukung program pembangunan berkelanjutan pemerintah.

"Mahasiswa pada semester 5 telah dibekali

micro teaching untuk latihan mengajar yang disisipi edukasi perubahan iklim. Edukasi ini ada beberapa pola dengan mengidentifikasi terkait sekolah rawan bencana dan aksi nyata di sekolah," ucapnya.

Mahasiswa UPGRIS akan melaksanakan magang kependidikan selama tiga bulan. Mereka mengkampanyekan edukasi perubahan iklim di 110 sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Jawa Tengah.

Rekomendasi Berita