Rotary International Gelar Pelatihan Kesehatan Mental Tiga Daerah

KBRN, Semarang: Rotary International District 3420 menggelar pelatihan mental health (kesehatan mental) melalui program Global Grant #2574973 di lingkungan pendidikan sekolah. Pelatihan yang ditujukan bagi guru, siswa, dan orang tua di tiga daerah, Kota Semarang, Kudus, dan Pati disambut antusias ratusan peserta.

Salah satu pelatihan tersebut berlangsung di SMKN 10 Semarang di jl Kokrosono, Semarang Utara, Semarang. District Governor Rotary International 3420, Dyah Anggraeni mengatakan, kesehatan mental kini menjadi isu krusial yang tak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan.

Guru, siswa dan orang tua menghadapi tantangan besar di era digital, seperti tekanan akademik, perubahan sosial, hingga dampak pandemi yang masih terasa. Menurutnya, program Global Grant menghadirkan solusi nyata dengan pelatihan berbasis ilmu psikologi dan pendekatan praktis yang dapat langsung diterapkan di sekolah maupun rumah.

"Pembinaan mental kesehatan keluarga salah satu inisiatif yang ingin kami kembangkan, SMKN 10 Semarang dipilih menjadi proyek percontohan karena rekam jejaknya sangat bagus. Dulu itu mayoritas siswanya laki-laki, kini sudah banyak perempuannya karena sekolah punya banyak jurusan baru. Bahkan, SMKN 10 kerap meraih penghargaan tingkat Provinsi Jateng hingga nasional," ungkapnya.

Dyah menjelaskan pentingnya kesehatan mental, karena banyak anak yang sebenarnya cerdas, tapi mereka menghadapi bagaimana kondisi lingkungannya, keluarga kurang support, dengan teman-teman. Melalui pelatihan ini, harapannya terjalin komunikasi yang baik, antara orang tua dan siswa sekolah, dan muncul kesadaran pendidik terkait kesehatan mental siswanya.

Ia mengatakan, pelatihan ini tidak hanya membekali guru dengan keterampilan mendeteksi dini gejala stres dan kecemasan pada siswa. Namun juga memberikan strategi komunikasi efektif bagi orang tua dalam mendampingi anak.

Sementara itu, siswa dilatih untuk mengenali emosi, membangun resiliensi dan mengembangkan keterampilan sosial yang sehat. Rotary International mengaitkan tujuh area fokus yaitu pelatihan menciptakan lingkungan belajar yang damai, memberi edukasi pencegahan stres dan depresi, faktor pendukung diperhatikan seperti air dan sanitasinya.

Selain itu memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak, guru dan siswa sehat psikologis membuat proses belajar mengajar lebih optimal. "Kemudian, perlunya membangun generasi muda yang sehat mentalnya agar percaya diri dan siap menghadapi dunia kerja, serta pentingnya interaksi sosial positif dan ruang kelas nyaman," jelasnya.

Pelatihan di SMKN 10 Semarang ini melibatkan 50 guru wali kelas dan ketua jurusan, 30 siswa aktif berorganisasi dan berkemampuan jadi pendengar yang baik. Ikut dilibatkan 100 orang tua siswa yang dipilih untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif dalam mendukung perkembangan mental anak.

Kepala SMKN 10 Semarang Ardan Sirodjuddin SPd mengatakan, kesehatan mental ini tidak berkonotasi negatif karena harus dipahami siswa sekolah. "Jangan perlu dikhawatirkan, ada teman bicara yang akan jadi hal positif dan tantangannya pengaruh lingkungan," jelasnya.

Menurutnya, persoalan yang rentan dihadapi siswa ialah ketergantungan penggunaan telepon seluler dan bulliying atau perundungan. Di SMKN 10 Semarang ini ada sembilan jurusan, di antaranya Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Pengelasan, Konstruksi Kapal Baja, Manajemen Logistik, Teknik Sepeda Motor.

Pemegang Program Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan Kota Semarang menuturkan, institusinya mempunyai program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) anak sekolah. Salah satu programnya memilih siswa menjadi teman bicara, mereka ini akan menjadi pendengar yang baik dan menjaga kerahasiaan temannya yang sedang menghadapi persoalan. (Ryc)

Rekomendasi Berita