Teh Celup Direndam Lama, Amankah? Berikut Penjelasan Dokter
- by Selina Wayor
- Editor SANDY MEMANASTY RACHKY P
- 20 Jan 2026
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Kehadiran teh celup memang mempermudah proses menyeduh teh menjadi lebih praktis. Namun, ada sebagian orang yang memilih untuk merendam teh celup dalam waktu cukup lama, bahkan hingga semalaman. Praktik ini ternyata memiliki risiko yang perlu diwaspadai, seperti yang disampaikan oleh para ahli kesehatan.
Teh celup menjadi salah satu cara sederhana untuk menikmati teh. Kamu hanya perlu menyeduhnya dengan air panas dan mendiamkannya selama beberapa menit sebelum diminum. Meski begitu, beberapa orang memilih merendam teh celup lebih lama untuk mendapatkan cita rasa yang lebih pekat atau pahit, bahkan ada yang menyimpannya semalaman untuk diminum keesokan harinya. Namun, Akan tetapi, amankah kebiasaan tersebut?
- Merendam Teh Celup Terlalu Lama, Apakah Ada Risikonya?
Dikutip dari berbagai sumber seperti CNN. Kebiasaan merendam teh celup lebih lama dari aturan yang tertera pada kemasan memang cukup umum dilakukan. Akan tetapi, dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata mengingatkan bahwa keamanan teh celup tidak hanya ditentukan oleh jenis tehnya, tetapi juga oleh bahan kantong teh, cara penyeduhan, dan lamanya waktu penyimpanan sebelum dikonsumsi.
Menurut Johanes, waktu konsumsi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan agar teh tetap aman dan tidak menjadi media tumbuhnya bakteri atau terpapar zat berbahaya. Ia juga menjelaskan bahwa kantong teh dibuat dari bahan yang berbeda-beda, seperti plastik (nilon atau polipropilena) dan bahan berbasis kertas.
Jika kantong teh berbahan plastik, risiko pelepasan mikroplastik ke dalam teh jauh lebih tinggi ketika direndam dalam air panas. Mikroplastik ini bisa terserap oleh tubuh dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti peradangan, gangguan pencernaan, hingga kerusakan DNA yang mengalami mutasi penyebab kanker. Di sisi lain, kantong berbahan kertas pun belum tentu bebas risiko. Jika kertasnya berwarna putih, kemungkinan besar telah melalui proses pemutihan menggunakan bahan kimia tertentu. Saat diseduh dengan air panas, zat-zat kimia ini dapat larut ke dalam minuman.
Selain itu, Johanes juga menyoroti kualitas daun teh dalam kantong teh celup. Biasanya, teh celup berisi daun teh yang sudah dihancurkan halus dengan kualitas rendah dibandingkan dengan teh daun utuh. Hal ini menyebabkan kandungan antioksidan dan minyak esensial dalam teh celup cenderung lebih sedikit. Teh berkualitas rendah juga berisiko mengandung residu pestisida atau zat kontaminan lain akibat proses seleksi bahan baku yang kurang ketat.
- Waspadai Teh Celup Berperisa
Teh celup dengan tambahan perisa seperti rasa buah atau aroma tertentu juga perlu diperhatikan. Umumnya, perisa ini berasal dari bahan sintetis yang jika dikonsumsi terus menerus dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.
Johanes mengingatkan bahwa teh sebaiknya langsung dikonsumsi setelah diseduh. Teh mengandung komponen seperti gula dan asam amino yang dapat menjadi media pertumbuhan bakteri ketika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan. Jika tidak habis diminum, simpanlah teh di kulkas dalam kondisi bersih dan konsumsilah dalam kurun waktu 2-4 jam setelah penyeduhan. Jangan biarkan teh berada pada suhu ruangan dalam waktu yang lama karena ini meningkatkan risiko kontaminasi bakteri secara signifikan.
Jika teh dibiarkan semalaman, muncul potensi berkembangnya mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare, sakit perut, atau masalah pencernaan lainnya, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas. Salah satu tanda kontaminasi adalah munculnya lapisan seperti minyak di permukaan teh.
Dengan semua pertimbangan tersebut, ada baiknya untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi teh celup. Gunakan sesuai petunjuk penyeduhan dan segera habiskan agar keamanannya tetap terjaga.