Kickoff Pembangunan Embung Partisipatif Desa Habeahan Resmi Dimulai

RRI.CO.ID, Doloksanggul: Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan secara resmi memulai Kick-Off Pembangunan Embung Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Habeahan, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM-USU) dan Pemerintah Desa Habeahan.

Kick-off pembangunan embung tersebut mengusung tema “Dalam Rangka Penguatan Ketahanan Air dan Mitigasi Banjir” dan menjadi bagian dari upaya peningkatan ketahanan air pertanian masyarakat di wilayah Desa Habeahan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba serta dihadiri Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Masyarakat Desa Habeahan.

Dalam sambutan bupati yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan disampaikan bahwa Desa Habeahan memiliki potensi agribisnis yang besar, namun masih menghadapi tantangan ketersediaan air, khususnya pada musim kemarau. Pembangunan embung ini diharapkan menjadi solusi strategis sebagai tabungan air, sekaligus berfungsi sebagai pengendali limpasan air pada musim hujan untuk mengurangi risiko banjir.

Bupati juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPPM-USU dan Tim Pengabdian Universitas Sumatera Utara yang terlibat langsung, yakni Prof. Abdul Rauf selaku Ketua Tim Pengabdian, Prof. Rachmawaty, Dr. Bejo Slamet, Dr. Yusak Tanuwidjaja, serta Nur Ullina Sebayang, SP., M.Agr, sebagai anggota tim.

Menurut Bupati, kehadiran para akademisi di tengah masyarakat merupakan bukti bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi harus membumi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan pembangunan embung sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah daerah dan LPPM-USU memberikan dukungan dan pendampingan teknis, sementara masyarakat menjadi pemilik sekaligus penanggung jawab utama keberlanjutan embung yang dibangun.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita