Moyang Kopi Menjaga Warisan Rasa Hingga Generasi Ketiga

RRI.CO.ID, Singaraja - Pelaku UMKM asal Kabupaten Buleleng, Gede Nien Ari Cahyadi, sukses mengembangkan usaha kopi turun temurun yang diberi nama "Moyang Kopi". Moyang Kopi berawal dari kebiasaan sang kakek yang mengolah kopi secara tradisional untuk konsumsi pribadi. Seiring waktu, cita rasa kopi tersebut diminati tetangga dan mulai diproduksi secara terbatas dengan sistem barter, sebelum akhirnya dijual secara sederhana oleh generasi berikutnya.

Owner Moyang Kopi, Gede Nien Ari Cahyadi, mengatakan usaha ini terus dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan keluarga.


“Kopi ini sudah turun temurun dari kakek. Saya generasi ketiga, makanya namanya Moyang Kopi. Tradisi pengolahan lama tetap saya jaga,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, Nien mulai mengembangkan usaha dengan menggunakan mesin otomatis tanpa meninggalkan proses tradisional. Ia juga membuka kelas kopi gratis bagi masyarakat umum, mulai dari pengenalan kebun, pengolahan biji kopi, hingga teknik penyajian. “Ilmu kopi itu harus dibagi. Saya buka kelas gratis supaya anak-anak muda tahu proses kopi dari hulu sampai hilir,” tambahnya.

Di usia 22 tahun, Nien telah menekuni usaha kopi selama enam tahun. Ia menekankan pentingnya keberanian memulai usaha, tidak takut kritik, serta terus beradaptasi dengan selera pasar sebagai kunci bertahan dalam dunia UMKM.

Kini Moyang Kopi berbasis di Singaraja dan telah memasok kopi ke berbagai kedai dengan racikan yang disesuaikan karakter konsumennya. Kisah Moyang Kopi menjadi bukti bahwa usaha lokal berbasis tradisi mampu bertahan dan berkembang melalui inovasi dan konsistensi.

(RRI Singaraja/Tika Utami)

Rekomendasi Berita