'Laris Manis', Begini Peluang Usaha Blankon Khas Sumenep
- by Ririn Riskiyanti
- Editor Siti Aisyiah
- 20 Jan 2026
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Peluang usaha produk budaya lokal blangkon di Kabupaten Sumenep, Madura, memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan dan terus berkembang. Hal ini didorong kuatnya identitas budaya, dukungan pemerintah, serta tingginya minat terhadap produk kerajinan tangan khas lokal.
Saat ini blangkon khas Sumenep banyak digunakan sebagai kelengkapan busana kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pakaian formal dalam berbagai acara, seiring diberlakukannya penggunaan pakaian khas keraton sebagai seragam ASN. Sebagai produk budaya khas keraton Sumenep, blangkon ini berpotensi tinggi dipasarkan pusat oleh-oleh khas Madura, seperti yang ada di Mall UMKM Sumenep.
“Selama sepuluh tahun saya menggeluti kerajinan blangkon, dipercaya Pemkab untuk memproduksi blangkon yang digunakan ASN dalam segala acara, tidak ada kendala yang berarti," ujar Murakib, salah seorang produsen blangkon khas Sumenep asal Banasare, saat di UMKM Bicara Pro 1 RRI Sumenep, Senin, 19 Januari 2026. "Hanya saja ketersediaan kain sebagai bahan utama, saya harus mencarinya langsung ke pembatik, karena kalau beli di toko hasilnya kurang maksimal, karena pemilihan kain menentukan kerapian hasil blangkon."
Owner Blangkon Putra Banasare ini juga menyampaikan bahwa dirinya tidak hanya melayani pemesanan dadi OPD namun juga masyarakat umum. Dalam sehari dirinya bisa menyelesaikan 10 hingga 15 blangkon dengan 5 pekerja.
Desa Banasare Kecamatan Rubaru, merupakan salah satu sentra pembuatan blangkon yang menonjol. Perbedaan blangkon buatan Murakib dengan pengrajin blangkon lainnya ada pada kerapian hasil dan juga pelayanan, yang mengantar langsung pesanan yang telah dibuat tanpa ada tambahan ongkos kirim.
Meski pemasaran hanya dilakukan secara fisik dan masih belum merambah promosi melalui digital, namun pesanan blangkon Putera Banasare ini terus melimpah, bahkan pekerja kewalahan dengan banyaknya pemesan. Murakib menerima pembuatan blangkon sesuai dengan keinginan pelanggan dengan berbagai ukuran.
“Kalau pemesan ingin blangkon kecil, untuk anak-anak bisa juga dari nomor 0-5, kalau orang dewasa juga bervariasi, bahkan terbesar saya pernah membuat nomor 15,” katanya menambahkan.
Dengan kreativitas dan pemasaran yang tepat, usaha blangkon khas Sumenep dapat menjadi salah satu produk unggulan UMKM yang meningkatkan perekonomian daerah. Dukungan dari pemerintah daerah untuk bantuan permodalan, pemasaran dan juga ketersedian bantuan alat seperti mesin jahit, sangat diharapkan pelaku usaha blangkon untuk mempermudah produksi.