Faktor Geografis Picu Lonjakan Kasus DBD di Kalianget

RRI.CO.ID, Sumenep - Camat Kalianget, Hakiki Maulana Firmansyah, memberikan penjelasan mendalam terkait tingginya angka temuan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Kecamatan Kalianget tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak pada tahun 2025 dan tren ini berlanjut hingga pertengahan Januari 2026.

Data terbaru menunjukkan bahwa hingga pertengahan Januari tahun ini, sudah terdapat enam warga yang terjangkit virus dari gigitan nyamuk. "Kecamatan Kalianget ini memiliki banyak cekungan yang secara alami menjadi tempat penampungan air dan daerah kami dikelilingi banyak tambak," ujarnya saat menjadi narasumber dalam Sumenep Menyapa RRI, Selasa 20 Januari 2026.

Kondisi geografis tersebut menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi nyamuk

Aedes aegypti untuk berkembang biak secara masif. Genangan air di area tambak dan cekungan tanah sulit untuk dikeringkan sepenuhnya, terutama saat memasuki musim penghujan seperti sekarang.

Selain faktor alam, kepadatan penduduk yang cukup tinggi di Kecamatan Kalianget turut mempercepat laju penularan penyakit di pemukiman. "Dengan jumlah penduduk mencapai 52 ribu orang, penyebaran nyamuk di area padat ini menjadi sangat luar biasa," katanya.

Hakiki menekankan bahwa mobilitas warga di wilayah padat membuat rantai infeksi virus dari satu orang ke orang lain sulit untuk diputus dengan cepat. Interaksi sosial yang intens di lingkungan yang lembap menjadi tantangan utama bagi otoritas kesehatan setempat dalam melakukan penanganan.

Pihaknya kini mulai menginstruksikan seluruh jajaran desa untuk melakukan pembersihan cekungan air dan pengawasan terhadap area tambak secara rutin. Langkah antisipasi ini dilakukan guna memastikan angka kasus tidak terus merangkak naik melebihi catatan tahun-tahun sebelumnya.

Masyarakat juga diminta untuk lebih proaktif dalam menjalankan pola hidup bersih serta segera melapor jika terdapat warga yang mengalami gejala demam. Kerja sama antara warga dan pemerintah kecamatan menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran nyamuk pembawa penyakit tersebut di Kalianget.


Rekomendasi Berita