Taklimat Presiden, Kampus Didorong Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi

RRI.CO.ID, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto mengundang jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia untuk menguatkan kualitas pendidikan tinggi. Dalam Taklimatnya di Istana Kepresidenan, Presiden menyampaikan kondisi nasional dan global, termasuk tantangan geopolitik dan kemandirian bangsa.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS, Prof. Bambang Pramujati yang menghadiri agenda Presiden, menegaskan penguatan kualitas pendidikan tinggi menjadi hal penting. Ia menekankan peningkatan kapasitas dosen, infrastruktur riset, dan pembiayaan perguruan tinggi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi prioritas untuk mendukung pembangunan nasional. Bambang menjelaskan acara tersebut merupakan forum pengarahan strategis antara presiden dan akademisi.

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. "Kegiatan itu menjadi ruang konsolidasi pemikiran antara negara dan komunitas akademik," ujar Rektor ITS, Senin (19/1/2026).

Forum tersebut memperkuat sinergi kampus dalam mendukung pembangunan nasional. Bambang menyebut pelibatan pimpinan kampus karena akademisi merupakan kekuatan intelektual bangsa.

"Perguruan tinggi diposisikan sebagai aktor kunci pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya. Hasil taklimat melahirkan komitmen penambahan dana riset nasional menjadi Rp12 triliun pada 2026.

Selain itu, pemerintah merumuskan ulang beasiswa agar lebih luas dan berorientasi pada STEM. Bambang menilai ITS memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda nasional tersebut.

"Sebagai kampus berbasis teknologi, ITS berada di garis depan penguatan STEM dan sains terapan," ucapnya. ITS memiliki modal kuat untuk mempercepat riset terapan dan hilirisasi.

Fokus tersebut diarahkan pada sektor pangan, energi, dan industrialisasi nasional. Ke depan, Bambang akan menajamkan portofolio riset prioritas yang selaras dengan mandat nasional.

Rekomendasi Berita