Tangki Kosong, Potensi Merusak Komponen?

KBRN, Surakarta: Banyak pengendara yang terbiasa menunda isi ulang bahan bakar hingga indikator bensin menyentuh garis merah, bahkan sampai lampu indikator fuel warning menyala. Alasannya beragam, mulai dari menunggu SPBU terdekat, faktor ekonomi, atau sekadar kebiasaan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah membiasakan tangki bensin hampir kosong bisa membuat kotoran atau residu ikut tersedot ke mesin dan berpotensi merusak komponen?

Setiap tangki bensin mobil sebenarnya tidak akan pernah bebas dari kotoran. Selama pemakaian, akan ada endapan berupa debu halus, karat, hingga residu dari bahan bakar itu sendiri. Endapan ini biasanya berada di dasar tangki.

Saat bensin di tangki masih banyak, pompa bahan bakar akan menyedot dari lapisan cairan yang relatif bersih. Namun ketika bensin tinggal sedikit, pompa dipaksa bekerja lebih keras dan berisiko menyedot endapan kotoran yang menumpuk di dasar tangki.

Terdapat beberapa dampak buruk yang ditimbulkan antara lain:

  1. Filter bensin cepat kotor → memperpendek umur pemakaian filter

  2. Pompa bensin bekerja lebih berat → bisa menyebabkan kerusakan dini

  3. Saluran injektor tersumbat → membuat aliran bahan bakar tidak stabil

  4. Performa mesin menurun → tarikan terasa berat dan konsumsi bahan bakar boros.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia satu pendapat bahwa kebiasaan membiarkan tangki hingga hampir kosong berpotensi memperpendek usia pakai beberapa komponen. Hal ini terjadi sebab sebagian besar residu atau endapan berada di bawah tangki, apabila membiarkan bensin hingga kosong mengakibatkan residu ini akan ikut tersedot oleh pompa bensin. Namun hal ini tidak akan merusak mesin, karena sebelum sampai ke pembakaran mesin bensin telah terlebih dahulu di filter oleh filter bensin yang berada pada komponen pompa bensin.

Idealnya, jangan biarkan indikator bensin turun di bawah 1/4 tangki. Selain menjaga kesehatan komponen, Anda juga lebih aman saat berkendara, terutama di perjalanan jauh atau macet. Mengisi bensin lebih awal bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga pencegahan terhadap potensi kerusakan sistem bahan bakar mobil Anda.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita