Budaya Tangping Tantang Etos Kerja China
- by Herlina Magdalena Sinaga
- Editor Fitra Jayadi
- 20 Jan 2026
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Generasi muda China menunjukkan perubahan sikap terhadap nilai kerja keras tradisional yang selama ini diagungkan negara.
Dari semangat
Taojin yang identik dengan upaya mengejar peluang ekonomi, kini muncul tren Tangping atau “rebahan”, yang mencerminkan sikap menolak tekanan kerja ekstrem dan persaingan sosial berlebihan.Tangping menjadi simbol perlawanan sunyi kaum muda terhadap realitas ekonomi yang dinilai makin sulit, mulai dari tingginya biaya hidup, peluang kerja yang terbatas, hingga budaya kerja “996” yang menuntut jam kerja panjang.
Anak muda yang mengadopsi gaya hidup ini memilih hidup sederhana, menurunkan ambisi karier, dan menolak standar sukses konvensional seperti kepemilikan rumah atau jabatan tinggi.
Fenomena ini berkembang luas di media sosial dan memicu perdebatan publik di China.
Di satu sisi, pemerintah tetap mendorong etos kerja dan produktivitas generasi muda, namun di sisi lain,
Tangping mencerminkan kejenuhan dan kritik diam-diam terhadap sistem sosial-ekonomi yang dianggap tidak lagi berpihak pada generasi baru.