Pariwisata Berbasis Desa Mendorong UMKM Tumbuh Mandiri
- by Melki Alfred Takahindangen
- Editor Hendra Assa
- 21 Jan 2026
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Pengembangan pariwisata berbasis desa menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Konsep ini menempatkan desa sebagai subjek utama pengelolaan pariwisata dengan mengedepankan potensi alam, budaya, serta kearifan lokal. Dalam ekosistem ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan sebagai tulang punggung ekonomi desa karena mampu menyerap tenaga kerja, menciptakan nilai tambah, dan menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat lokal.
Dilansir dari neraca.co.id, keberadaan UMKM di desa wisata tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan masyarakat, tetapi juga sebagai daya tarik wisata itu sendiri. Produk-produk seperti kuliner tradisional, kerajinan tangan, olahan hasil pertanian, serta jasa homestay menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dicari wisatawan. Dengan demikian, UMKM dan pariwisata desa memiliki hubungan saling menguatkan, di mana meningkatnya kunjungan wisata akan berdampak langsung pada pertumbuhan usaha masyarakat setempat.
Mengutip kemenpar.go.id, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata RI mendorong pengembangan desa wisata yang melibatkan UMKM secara aktif. Berbagai program peningkatan kapasitas, pelatihan kewirausahaan, hingga digitalisasi pemasaran dilakukan agar UMKM desa mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Selain dukungan pemerintah, peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi faktor penting dalam penguatan UMKM dan pariwisata berbasis desa. BUMDes berfungsi sebagai pengelola, fasilitator, sekaligus penghubung antara pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas. Melalui pengelolaan yang profesional, BUMDes dapat memastikan manfaat ekonomi pariwisata dirasakan secara merata oleh masyarakat desa.
Pengembangan pariwisata berbasis desa yang terintegrasi dengan UMKM juga sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Model ini mendorong pelestarian lingkungan, pelindungan budaya lokal, serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, desa wisata tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi masyarakat desa secara jangka panjang.