UII Peringati Milad ke-83, Teguhkan Harmoni untuk Keberlanjutan

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati Milad ke-83 dengan mengusung tema "Harmoni untuk Jejak Lestari". Tema ini menjadi penegasan komitmen UII sebagai perguruan tinggi swasta tertua yang sudah berdiri sejak tahun 1945 di Yogyakarta dalam membangun keberlanjutan institusi di tengah dinamika dan tantangan pengembangan perguruan tinggi.



Rektor UII, Fathul Wahid dalam Media Gathering UII 2026, Selasa, 13 Januari 2026 mengatakan, harmoni merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan UII. Apalagi UII saat ini tengah menjalani berbagai proses pengembangan strategis yang membutuhkan keputusan jangka panjang.

“Semua keputusan yang diambil hari ini kami yakini akan menjadi investasi berharga di masa depan. Fondasi yang telah dibangun akan terus diperkuat agar UII dapat tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, Dr. Drs. Asmuni, M.A. menilai, tema milad kali ini memiliki makna yang sangat kuat di lingkungan UII, khususnya untuk pengembangan keilmuan dan keislaman. Menurutnya, harmoni ini mencakup tiga nilai utama, yakni spiritual, nilai keilmuan, dan nilai kemanusiaan.

"Nilai spiritual tercermin dalam konsep Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Nilai keilmuan diwujudkan melalui komitmen kampus dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai tugas utama perguruan tinggi," ujarnya.

Harmoni dijelaskan Dr. Asmuni, dalam pengembangan studi Islam di UII diterapkan dalam kerangka epistemologi tiga pilar yaitu tradisi keilmuan Islam klasik, keterbukaan terhadap modernitas dan ilmu pengetahuan global, serta konteks keindonesiaan. Ketiga pilar tersebut menjadi dasar pengembangan keilmuan Islam yang relevan dan kontekstual.

“Nilai kemanusiaan menjadi pilar ketiga yang menegaskan komitmen UII pada moderasi, kebangsaan, dan keberpihakan pada kemaslahatan bersama. Dengan demikian, harmoni yang dibangun tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga nyata dalam praktik kehidupan,” ucapnya

Momentum Milad ke-83 UII ini, lanjut Dr. Asmuni, juga menjadi pengingat akan jati diri UII. Ketika sebuah institusi melupakan nilai-nilai dasarnya, maka ia akan kehilangan arah. Oleh karena itu, pembaruan nilai-nilai UII menjadi pusat refleksi pada usia ke-83 ini. (dyan/rini)

Rekomendasi Berita