Kesalahan Diagnosis TB, Berdampak Cukup Serius
- 26 Jan 2026 22:59 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta: Salah diagnosis tuberkulosis (TB) berisiko menimbulkan konsekuensi serius. Mulai dari keterlambatan terapi hingga meningkatnya angka kesakitan dan kematian pasien.
Sehingga, Pakar Radiologi Toraks UMY Profesor Ana Majdawati mengingatkan tim medis di rumah sakit, agar membaca radiografi toraks yang cermat dan sistematis.
”Ini jelas sangat krusial sekali, untuk mencegah kesalahan dalam penanganan pasien TB,” katanya, Senin 26 Januari 2026.
Ana menyebut, kemampuan membaca pola radiografi toraks sangat penting untuk membedakan Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) dan infeksi Nontuberculous Mycobacteria (NTM). Sebab, infeksi NTM sering menyerupai TB.
”Baik serupa secara klinis maupun serupa secara radiologis,” ucapnya. ”Saat ini, beban TB di Indonesia juga masih tinggi, termasuk tantangan diagnosis yang kian kompleks.”
MDR-TB, membutuhkan durasi pengobatan yang lebih lama, bersifat lebih toksik. Serta membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan TB sensitif obat.
Sementara itu, infeksi NTM sering kali luput dikenali karena gejala klinis dan gambaran radiologinya menyerupai TB. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kesalahan terapi yang berdampak serius bagi pasien.
“Pasien sering datang dengan keluhan batuk lama dan gambaran radiografi toraks yang mengarah ke TB,” katanya. ”Lalu langsung diberikan terapi, ketika respons klinis tidak sesuai harapan, di situlah risiko besar mulai muncul,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....