Gampang Lelah, Waspadai Sinyal Tubuh
- by Mariamy.Penyiar
- Editor Munzir Permana
- 18 Jan 2026
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Keluhan mudah lelah kerap dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian medis. Hal itu disampaikan dokter konsultasi pelayanan klinik di Lab Klinik Prodia Banda Aceh, dr. Romi, dalam program Klinik Angkasa RRI Banda Aceh.
Menurut dr. Romi, kelelahan dalam istilah medis dikenal sebagai fatigue, yaitu kondisi kelelahan yang tidak sekadar hilang dengan istirahat. “Secara medis, kelelahan itu dirasakan sebagai kekurangan energi, tidak mampu beraktivitas secara fisik maupun mental, dan tidak pulih meski sudah beristirahat,” ujarnya saat diwawancarai RRI (17/1/2026).
Ia menjelaskan, kelelahan terbagi menjadi dua jenis, yakni kelelahan fisiologis dan kelelahan yang perlu diwaspadai. Kelelahan fisiologis biasanya muncul setelah aktivitas berat, kurang tidur, atau olahraga, dan akan membaik setelah istirahat serta asupan nutrisi yang cukup.
Namun, kelelahan yang menetap tanpa sebab jelas perlu perhatian khusus. “Kalau bangun tidur masih merasa lelah, berlangsung lama, tidak membaik meski sudah memperbaiki gaya hidup, dan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, itu tanda perlu konsultasi ke dokter,” kata dr. Romi.
Ia menambahkan, kelelahan yang disertai gejala lain seperti sesak napas, demam, jantung berdebar, bengkak kaki, atau pusing juga tidak boleh diabaikan. Penyebab mudah lelah, lanjut dr. Romi, sangat beragam, mulai dari gaya hidup kurang sehat hingga penyakit tertentu.
“Gaya hidup seperti kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, stres, pola makan tidak seimbang, dan kurang olahraga sering menjadi pemicu. Tapi ada juga penyebab medis seperti anemia, gangguan tiroid, jantung, paru-paru, ginjal, hingga diabetes,” jelasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya tidak menebak-nebak kondisi kesehatan sendiri. “Ada istilah test, don’t guess. Jangan menebak-nebak penyakit. Dengan pemeriksaan, kita bisa menyingkirkan penyebab kelelahan yang berbahaya,” ujarnya.
Dr. Romi menyarankan masyarakat melakukan penilaian mandiri selama sekitar dua minggu. Jika keluhan tidak membaik meski sudah beristirahat dan memperbaiki pola hidup, maka pemeriksaan medis perlu dilakukan.
“Kalau sudah dua minggu tidak membaik, atau malah makin mengganggu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter,” katanya. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala meski tidak ada keluhan.
“Medical check up tahunan itu investasi kesehatan. Jangan tunggu sakit baru periksa, karena sering kali penyakit baru memberi sinyal saat kondisinya sudah cukup berat,” ujar dr. Romi.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat menyeimbangkan waktu kerja dan istirahat, menjaga pola makan, mencukupi cairan, rutin berolahraga ringan, serta mengelola stres dengan baik.
“Tubuh kita adalah aset. Kalau tubuh sudah memberi sinyal lewat rasa lelah, jangan diabaikan,” pungkasnya.