Kritik Konsumen Bekal UMKM untuk Bertumbuh Lebih Baik

  • by Arfiani
  • Editor Ika Fatmawati
  • 25 Des 2025
  • Bone

KBRN, Bone: Kritik dan masukan dari konsumen dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi pelaku UMKM untuk terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas usaha. Melalui kritik, pelaku usaha dapat mengetahui kekurangan produk maupun layanan, sekaligus memahami kebutuhan pasar yang terus berubah.

Owner Pempek Abi Bone, Wahyudi Gatta, mengungkapkan bahwa sebagai pelaku usaha, khususnya di bidang kuliner, ia memposisikan diri layaknya “gelas kosong”. Artinya, setiap masukan maupun kritik dari konsumen diterimanya dengan terbuka sebagai bahan evaluasi untuk memajukan usahanya.

"Alhamdulillah sampai hari ini saya tidak pernah menerima komentar negatif, tapi Pempek Abi ini selalu kami jadikan sebagai gelas kosong. Jadi mau itu posistf atau negatif akan kami terima dan jadikan evaluasi untuk pempek abi yang lebih baik," ungkap Wahyudi saat berdialog bersama RRI Bone, Kamis (25/12/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsumen memiliki hak untuk menyampaikan masukan maupun kritik. Namun, hal tersebut tetap perlu disampaikan dengan memperhatikan etika.

“Masukan itu akan menjadi bahan evaluasi. Tapi kita juga harus melihat apakah komentar tersebut membangun atau sekadar berkomentar. Apalagi ini brand makanan, dan tidak semua lidah memiliki selera yang sama,” jelas Wahyudi.

Dengan adanya kritik dan masukan dari konsumen, pelaku UMKM diharapkan dapat terus melakukan evaluasi serta meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan. Sikap terbuka terhadap saran, disertai komunikasi yang baik, menjadi langkah penting agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Rekomendasi Berita