Sudin LH Ungkap Penyebab Kendaraan Gagal Uji Emisi
- by Mayzka Da Reisa
- Editor Erik Hamzah
- 20 Jan 2026
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat mengungkap sejumlah faktor penyebab kendaraan tidak lulus uji emisi. Dari masalah perawatan hingga penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai menjadi temuan utama di lapangan.
Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sudin LH Jakarta Pusat, Enrile Indro, mengatakan kondisi kendaraan sangat memengaruhi hasil uji emisi. “Sebenarnya banyak faktor, bisa karena kurang perawatan atau bahan bakar yang digunakan tidak sesuai,” ujarnya pada Senin 20 Januari 2026.
Menurut Enrile, kendaraan diesel menjadi salah satu yang paling sering tidak lulus uji emisi. Hal ini karena parameter pengukuran pada mesin diesel menggunakan tingkat opasitas atau kepekatan asap knalpot.
“Kalau diesel itu parameternya opasitas, opasitas itu sebenarnya asap,” kata Enrile. Semakin pekat asap yang dihasilkan, semakin besar kemungkinan kendaraan tidak memenuhi baku mutu emisi.
Ia menjelaskan, kendaraan diesel modern seharusnya menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi mesin dapat berdampak langsung pada tingginya emisi gas buang.
“Sekarang kendaraan diesel itu harusnya pakai bahan bakar yang bagus, nilainya kecil,” ujar Enrile. Namun di lapangan, masih banyak pemilik kendaraan memilih bahan bakar biosolar karena harganya lebih murah.
Kondisi tersebut kerap terjadi pada kendaraan diesel pribadi keluaran terbaru. Enrile mencontohkan mobil jenis SUV diesel yang banyak digunakan masyarakat perkotaan.
“Fortuner, Pajero itu kan rata-rata diesel, tapi kadang tidak pakai bahan bakar yang seharusnya,” katanya. Akibatnya, emisi yang dihasilkan menjadi lebih buruk dan tidak lolos uji emisi.
Sudin LH Jakarta Pusat menilai hasil ini menjadi catatan penting bagi pemilik kendaraan. Perawatan rutin dan pemilihan bahan bakar yang tepat dinilai menjadi kunci utama agar kendaraan dapat lulus uji emisi.
Melalui kegiatan uji emisi, Sudin LH berharap kesadaran masyarakat terus meningkat. Pemerintah mendorong pemilik kendaraan untuk lebih peduli terhadap kondisi kendaraannya demi menjaga kualitas udara di Jakarta.