Isra Mikraj, Lebih Dari Sekedar Perjalanan Sepiritual Nabi

RRI.CO.ID Jakarta: Peristiwa Isra dan Mikraj tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapijuga memiliki relevansi kuat dalam kehidupan masyarakat modern. Hal tersebut disampaikan dalam dialog religi bertema Memaknai Isra dan Mikraj di Masa Kini yang disiarkan pada Senin, 19 Januari 2026.


Dialog yang berlangsung di Programa 4 RRI Jakarta pukul 05.00 hingga 06.00 WIB itu menghadirkan Ustad H. Nur Khayin Muhdlor, Lc., M.E. sebagai narasumber, dengan Arief Budiman selaku host yang memandu jalannya diskusi. Dalam pemaparannya, H. Nur Khayin Muhdlor menjelaskanbahwa Isra dan Mikraj merupakan momentum refleksi spiritual bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan sosial.

Melalui dialog interaktif tersebut, pendengar diajak untuk menjadikan Isra dan Mikraj sebagai pengingat pentingnyamenjaga keseimbangan antara aktivitas duniawi dan kewajibanspiritual. Menjawab pertanyaan pendengar asal Rangkasbitung, Banten, terkait rasa malas dalam menunaikan salat lima waktu, H. Nur Khayin Muhdlor menegaskan bahwa salat harusditanamkan sebagai kebutuhan ruhani, bukan sekadar kewajiban.

Menurutnya, pemahaman makna salat sebagai sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT menjadi kunci utama menghilangkan rasa malas.

Sementara itu, menjawab pertanyaan dari pendengar Pak Slamet asal Magelang, Jawa Tengah, narasumber menyampaikan bahwanilai-nilai Isra dan Mikraj bersifat universal dan fleksibel, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan modern tanpa kehilangan esensi spiritualnya.

Ia menambahkan, pesan utama Isra dan Mikraj adalah penguatan iman, kedisiplinan ibadah, serta keseimbangan antara kehidupandunia dan akhirat, yang justru semakin penting di tengah tantangan era digital saat ini. Program dialog religi ini diharapkan dapat menambah wawasan keislaman masyarakat serta mendorong penerapan nilai-nilaiIsra dan Mikraj dalam kehidupan bermasyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita